IMG-20190816-WA0147
pelantikan-2

    Dinkes Kota Tangerang Siap Tangani Pasien Kegawatdaruratan

    Petugas kegawatdaruratan 119 Dinkes Kota Tangerang dibantu personel dishub dan anggota kepolisian, saat mengevakuasi korbam kecelakaan lalu lintas pada simulasi yang digelar, Rabu (27/6), di area lapangan Sukun.

    TANGERANG – Dinas Kesehatan Kota Tangerang terus melakukan peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu diantaranya dalam bidang pelayanan kegawatdaruratan.

    Dinkes memiliki dua tipe layanan kegawatdaruratan mobile. Pertama ambulan gratis (AG). Layanan ini telah dilaunching sejak 3 tahun lalu. Sebanyak 13 unit armada ambulan, disiagakan pada masing-masing kecamatan di wilayah Kota Tangerang.

    Ambulan gratis melayani pasien kegawatdaruratan dari rumah, menuju fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Sedangkan untuk layanan kegawatdaruratan kedua, Dinkes telah mengoperasikan 8 unit armada 119. Layanan ini telah dilaunching sejak dua tahun lalu.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Liza Puspadewi menerangkan, warga Kota Tangerang dapat memanfaatkan kedua layanan tersebut melalui public safety centre (PSC) 119 atau call centre 021-55771135.

    Kepala Dinkes Kota Tangerang Liza Puspadewi

    “Prinsipnya, ambulan gratis melayani pasien kegawatdaruratan dari rumah menuju FKTP. Seperti klinik atau puskesmas. Namun apabila tidak memungkinkan karena kondisi pasien yang kritis, maka boleh langsung dibawa menuju rumah sakit,” terang Liza, disela kegiatan simulasi kecelakaan lalu lintas, Kamis (27/6), di area lapangan Sukun.

    Sedangkan layanan kegawatdaruratan 119 tambah Liza, melayani pasien atau korban dari lokasi kecelakaan menuju rumah sakit terdekat. “Kami telah bekerjasama dengan semua rumah sakit yang ada di Kota Tangerang dalam hal penanganan pasien kegawatdaruratan. Jadi seluruh rumah sakit wajib menerima pasien tersebut,” ungkap Liza.

    Setiap unit armada 119 kata Liza, dijaga oleh empat tim. Masing-masing regu  terdiri dari 4 petugas. Mereka adalah pegawai Dinkes Kota Tangerang yang bekerja 3 shift non stop selama 24 jam. Setiap pengemudi, telah dibekali  kemampuan untuk menanggani pasien kegawatdaruratan. Khususnya korban kecelakaan lalu lintas.

    Layanan 119 sendiri dibagi menjadi tiga zonasi. Masing-masing zonasi timur yang berpusat di Puskesmas Ciledug. Melayani masyarakat wilayah Kecamatan Ciledug, Larangan dan Karang Tengah. Zona barat yang berpusat di Puskesmas Cikokol. Menangani warga wilayah Kecamatan Tangerang, Pinang, Cipondoh, Batuceper, Neglasari dan Benda.

    Terakhir zona barat yang berpusat di Puskesmas Karawaci Baru. Melayani masyarakat Kecamatan Karawaci, Cibodas, Jatiuwung dan Periuk.

    “Untuk menambah kepiawaian para petugas, kami terus memberikan bekal keahlian dalam menangani korban. Salah satunya dengan mengadakan simulasi multiple trauma atau simulasi penanganan korban kecelakaan lalu Lintas,” jelasnya.  

    Pegawai Dinkes Kota Tanegrang bersama petugas Dishub dan anggota Polres Metro Tangerang Kota, usai menggelar simulasi multiple trauma, Rabu (27/6).

    Maksud dari simulasi tersebut menuurt Liza, agar para petugas menjadi terbiasa dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan. “Para petugas dituntut keahlian dan kecekatannya. Sebab tidak mudah mengeluarkan korban dari dalam kendaraan yang mengalami kecelakaan. Diperlukan keterampilan dan penanganan khusus,” tutur Liza.

    Dikatakan, Dinkes Kota Tangerang terus berupaya untuk menjaga kemampuan petugas kegawatdaruratan. “Jadi melalui simulasi ini, kami dapat mengetahui dimana letak kekurangan. Termasuk response time atau waktu cepat tanggap dalam penanganan kasus. Jadi petugas kegawatdaruratan tidak lagi gagap. Namun secara pasti mengetahui prosedur tahapan penanganan korban,” papar Liza.

    Terlebih dalam hal penanganan kasus kecelakaan lalu lintas, diperlukan kerjasama yang baik antara tanaga medis dengan petugas Dinas Perhubungan dan anggota kepolisian. “Jadi masing-masing petugas mengetahu pasti, apa yang harus mereka kerjakan saat menangani korban kecelakaan lalu lintas,” jelas Liza.

    Untuk mendapatkan layanan kegawatdaruratan kata Liza, masyarakat dibebaskan dari biaya alias gratis. Sebab kedua layanan tersebut telah dibiayai oleh Pemkot Tangerang. Mulai dari peralatan medis, obat-obatan yang dibutuhkan, kendaraan operasinal hingga tenaga medis kegawatdaruratan.

    Layanan ambulan gratis menurut Liza, juga dapat dimanfaatkan untuk menangani kegawatdaruratan kecelakaan di jalan. Sebab petugasnya telah dibekali kemampuan dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan. “Jadi bagi warga Kota Tangerang yang memerlukan layanan kegawatdaruratan, bisa menghubungi call centre 119 atau nomor telepon 021-55771135,” tandas Liza. (ads)