HUT-Kota-Tangerang-PKB.jpg

    Kelulusan Siswa di Kota Tangerang Ditentukan Tanpa UN

    FOTO: Kepal Dinas Pendidikan Kota Tangerang Masyati Yulia (tengah)

    TANGERANG – Dinas Pendidikan Kota Tangerang mengimplementasikan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan tidak menyelenggarakan ujian nasional untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat.

    Kebijakan tersebut dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 yang tengah melanda Indonesia. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Masyati Yulia, dalam keterangan persnya pada Kamis (26/3/2020).

    Dengan meniadakan ujian nasional, maka menurutnya, kelulusan siswa untuk tingkat SMP ditentukan berdasarkan pelaksanaan ujian sekolah sebesar 30 persen melalui sistem daring.

    “Untuk Kota Tangerang sendiri SMP kita tetap ada tes melalui daring 30 persen, ditambah nilai rapot anak dari semester 1 sampai 5 sebesar 70 persen,” katanya.

    Sementara untuk kelulusan SD, lanjut Masyati, akan ditentukan berdasarkan nilai dari 5 semester terakhir sejak kelas 4, 5, dan 6. Namun, untuk nilai semester genap dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan.

    “Ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya. Seperti penugasan, tes daring, dan atau bentuk asesment jarak jauh,” terangnya.

    “Untuk proses penyetaraan bagi lulusan program paket A, program paket B dan program paket C akan ditentukan kemudian,” imbuhnya. (Hmi)