Marak Transformer Melanggar Perwal Jam Operasional di Kota Tangerang

    FOTO: Sejumlah truk tanah jalan beriringan di kawasan Pasar Kebon Besar pada siang bolong

    TANGERANG – Marak truk pengangkut tanah yang melanggar jam operasional di Kota Tangerang. Sejumlah truk tanah nampak melintas di Jalan Halim Perdana Kusuma, Batuceper, pada Sabtu (21/11/2020) siang.

    Padahal, truk yang kerap disebut transformer ini seharusnya tidak beroperasi pada siang bolong. Hal itu tertuang dalam Perwal 30/2012 tentang jam operasional truk pengangkut tanah.

    Namun, pantauan beritatangerang.id, maraknya transformer melintas di Jalan Halim Perdana Kusuma, menimbulkan kemacetan yang mengular. Betapa tidak, truk-truk tersebut nampak sengaja jalan beriringan di kawasan Pasar Kebon Besar yang padat pengunjung.

    “Kalau pagi sampai sore kan banyak warga yang berkunjung ke sini. Kalau banyak truk tanah ya pasti macetlah,” kata Lutfi, salah seorang pedagang di kawasan tersebut.

    Selain itu, menurut Lutfi, penyebab kemacetan juga dipicu oleh jalan rusak dan berlubang di persimpangan yang menghubungkan Jalan Halim Perdana Kusuma dengan Jalan Daan Mogot.

    “Apalagi jalan di ujung pangkalan kan rusak parah. Pasti jalannya pelan-pelan. Makanya jadi tambah macet,” tukasnya.

    Sementara salah seorang pengunjung, Siti mengaku cemas melihat truk-truk tanah yang jalan seraya beriringan. Selain menimbulkan macet, truk transformer itu pun berpotensi menyebabkan kecelakaan di kawasan yang dilintasinya.

    “Takutlah, truknya gede-gede banget. Apalagi kita kan belanja di pinggiran jalan. Kalau kesenggol kan bahaya. Mana jalannya berentetan,” katanya.

    Diketahui sebelumnya, sekumpulan warga sempat bereaksi hingga membubarkan truk-truk tanah di Jalan Juanda, Neglasari, Kota Tangerang, pada Senin (16/11/2020). Warga menilai Pemkot Tangerang acuh terkait izin operasional truk tronton yang tertuang dalam Perwal 30/2012.

    Para warga pun menyayangkan aparat Dinas Perhubungan yang bertugas di lokasi tersebut terkesan membiarkan. Petugas hanya tampak mengatur arus lalu lintas tanpa menindaktegas keberadaan truk transformer tersebut.

    “Harusnya pemerintah tegas. Ini sangat merugikan masyarakat. Jangan takut, selama itu buat kepentingan masyarakat,” tegas Rahmat, pengemudi ojol di kawasan Pasar Kebon Besar. (Hmi)