Pastikan Kelayakan Armada, SMK Al Husna Tangerang Tetap Adakan Study Tour ke Bandung

    Rombongan study tour siswa SMK Al Husna Kota Tangerang

    TANGERANG – SMK Al Husna Tangerang tetap menggelar study tour meski kegiatan tersebut tengah disoroti pasca insiden kecelakaan maut yang menimpa salah satu sekolah di wilayah Jawa Barat, baru baru ini.

    Sekolah yang terletak di Jalan Siswa Dalam, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang ini, tetap menggelar study tour ke Bandung berdasarkan pertimbangan dan kesepakatan bersama wali murid.

    Panitia tour SMK Al Husna Tangerang, Ita Unpitawati menjelaskan, perjalanan tour ini tetap dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan para wali murid. Adapun kegiatan tour telah berlangsung selama dua hari yakni pada 15-16 Mei 2024.

    “Alhamdulillah perjalanan tour perpisahan berjalan dengan lancar dan selamat,” ucap Ita, saat dikonfirmasi Jumat (17/5/2024).

    Diketahui, acara tour perpisahan dengan tujuan Bandung, Jawa Barat itu diikuti 107 peserta dengan rincian 80 orang siswa kelas 12 dan 27 orang guru. Sementara destinasi yang dituju antara lain Lembang, Lord Maribaya, dan Farm House.

    Menurut Ita, acara tour perpisahan ini sudah direncanakan sejak Januari 2024 tepatnya sebelum terjadi insiden kecelakaan study tour siswa di Subang.

    “Jadi memang sudah direncanakan, sejak Januari yang lalu kami sudah survei,” katanya.

    Meski begitu, pihak sekolah bersama wali murid tetap mewaspadai dengan memastikan kelayakan armada dan sopir bus. Terlebih, pasca insiden kecelakaan bus rombongan pelajar yang terjadi di Subang, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

    “Dua hari sebelum keberangkatan itu kita komunikasi dengan pihak bus, uji KIR-nya gimana, dan alhamdulillah setiap sebelum berangkat dicek berkala. Sampai pada sehari sebelum keberangkatan, kita dikasih terus monitor. Karena orang tua masih tetap ingin lanjut,” terang Ita.

    Ita mengakui bahwa pihaknya tak luput dari rasa khawatir terlebih pasca insiden kecelakaan yang sempat viral sebelumnya.

    “Rasanya memang khawatir banget. Jadi ketika ada kejadian saya dikasih tahu ada info begini imbas tidak nanti. Kita masih diam-diam saja sampai orang tua khawatir, minta nanti sopirnya selalu diingatkan,” jelasnya.

    Ita menambahkan, perjalanan tour tetap dilaksanakan karena pihaknya tidak mendapatkan informasi perihal ada atau tidaknya tentang larangan study tour dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

    “Sebenarnya kita tidak ada yang menginginkan musibah, jadi hari Senin pun saya komunikasi sama pengawas, SMK mau tour segala macam, karena tidak ada larangan dari Dinas Banten,” tuturnya.

    Di samping itu, dirinya menilai bahwa kegiatan study tour perpisahan memiliki dampak positif bagi para siswa yang selama tiga tahun belajar dan bermain bersama.

    “Positif karena namanya anak-anak selama 3 tahun ingin punya kenang-kenangan, kan ada last performance,” katanya.

    “Tapi balik lagi, kalau saya sebenarnya tergantung sama orang tua, karena kita setuju ketika memang orang tua setuju, dan persiapannya juga harus matang,” imbuhnya. (Hmi)