Lestarikan Warisan Leluhur Masyarakat Balaraja Diapresiasi Bupati

    Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid (kiri), pada acara milad ke-2 Balai Adat Balaraja. Pada kegiatan itu, juga digelar Pekan Raya Balaraja (PRB) di Alun-alun Balaraja, Sabtu (21/06). Kegiatan ini merupakan upaya untuk melestarikan budaya leluhur.

    KABUPATEN TANGERANG – Dalam rangka memperingati milad ke-2, Balai Adat Balaraja coba lestarikan warisan leluhur lewat Pekan Raya Balaraja (PRB), di Alun-alun Balaraja, Sabtu (21/06). 

    Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid pada acara itu mengatakan, bahwa perayaan ini akan berlangsung selama delapan hari dengan menghadirkan beragam kegiatan budaya, hiburan dan edukasi. Tak ketinggalan promosi UMKM, yang disambut antusias oleh masyarakat setempat.

    Ia menekankan, bahwa kegiatan seperti Pekan Raya Balaraja bukan sekadar hiburan, melainkan sarana membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya warisan budaya serta meningkatkan partisipasi ekonomi melalui UMKM.

    “Saya mengapresiasi digelarnya Pekan Raya Balaraja, yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi menjadi wahana edukasi, promosi UMKM, seni budaya, dan kearifan lokal. Hal ini merupakan bukti nyata dari semangat gotong royong warga Balaraja yang luar biasa,” kata Maesyal.

    Ia  mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh jajaran BRB, atas terselenggaranya Pekan Raya Balaraja. Juga kontribusi Balai Adat dalam menjaga identitas budaya masyarakat lokal.

    “Mengawali sambutan ini, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan selamat milad yang ke-2 kepada Balai Adat Balaraja. Semoga senantiasa menjadi pilar dalam menjaga, merawat dan melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Balaraja,” terang Maesyal.

    Baca Juga : Maesyal Rasyid Lepas Peserta Karnaval Festival Tabuh Bedug

    Pada kesempatan itu ia mengajak seluruh warga, untuk menjaga ketertiban selama acara berlangsung, dan menjadikan Pekan Raya ini sebagai momen pemersatu seluruh lapisan masyarakat.

    “Saya mengajak seluruh masyarakat untuk turut memeriahkan seluruh rangkaian kegiatan, menjaga ketertiban, dan menjadikan ajang ini sebagai pemersatu antar lapisan usia,” ujar Maesyal.

    Ia berharap agar kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Melainkan terus dilaksanakan sebagai agenda tahunan yang memberi inspirasi bagi kecamatan lain di Kabupaten Tangerang.

    “Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut setiap tahun dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kabupaten Tangerang,” ajak Maesyal.

    Sementara itu Ketua Umum Balai Adat Balaraja, Komori Zaman menjelaskan, gelaran Pekan Raya Balaraja kali ini merupakan bagian dari rangkaian acara milad yang dikemas dalam konsep Rakyat Raya Balaraja.

    Milad Dikemas Konsep Rakyat Raya Balaraja

    Kegiatan ini, menurutnya, menjadi momen penting di mana masyarakat dari berbagai lapisan bisa berkumpul dan merayakan kekayaan budaya serta potensi lokal.

    “Jadi kita ingin kegiatan ini menjadi bagian dari ajang pertemuan UMKM dan pasar rakyat. Sebab di sini seluruh rakyat Balaraja bertemu untuk berbelanja, hiburan dan sebagainya,” jelas Komori.

    Menuurtnya, selama delapan hari pelaksanaan, BRB akan diisi dengan berbagai aktivitas menarik yang melibatkan masyarakat secara aktif. Termasuk perlombaan, sarasehan, pertunjukan seni, hingga acara keagamaan.

    “Rencananya kegiatan digelar selam delapan hari insyaAllah. Ada rangkaian kegiatan lomba, kemudian sarasehan pemimpin muda Balaraja, pertunjukan dan hiburan dari seni dan budaya. Juga akan ditampilkan band dari anak-anak Balaraja yang diakhiri dengan Tabligh Akbar di malam minggu,” papar Komori.

    Pada kesempatan itu ia memberikan penjelasan mengenai sejarah panjang Balaraja, sebagai kawasan yang memiliki nilai historis tinggi. Bahkan sejak sebelum era Kesultanan Banten.

    “Balaraja ini sebenarnya kota besar. Sebelum adanya Kesultanan Banten sudah ada Balaraja, sebab Balaraja ini bagian dari Pajajaran dan Mataram saat itu. Sehingga kita harus menjaga kota ini sebagai kota yang memang hidup sebelum adanya Kesultanan Banten,” terang Komori.

    Ia menegaskan, bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya dan identitas local. Terutama di tengah arus modernisasi dan urbanisasi yang cepat di kawasan Balaraja yang kini berkembang menjadi kawasan industri dan calon kota satelit.

    “Kami berharap Balaraja menjadi sebuah kota yang hari ini menjadi kota industri, dan akan menjadi kota satelit. Kita harus menjadi bagian dari masyarakat yang peduli terhadap budaya, kemudian masyarakat yang sejahtera, dan tentu kami menjadi bagian dari masyarakat yang hidup di Balaraja ini dengan aman, damai, dan sejahtera,” pungkas Komori. (rls/tam)