
TANGERANG — Wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat ditunjukkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Pandan yang berlokasi di RW 04, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.
Beranggotakan sekitar 30 orang, kelompok ini sukses mengubah kawasan permukiman menjadi area yang hijau, produktif, dan bernilai ekonomis.
Langkah aktif yang dimotori oleh warga ini mendapat apresiasi penuh dari jajaran pemerintah setempat. Lurah Pabuaran, Agus Suhendar,S.IP. M.Si menilai, inisiatif KWT Pandan sebagai teladan yang patut dicontoh oleh wilayah lain khususnya di wilayah Kelurahan Pabuaran dan se-Kecamatan Karawaci, dalam menggerakkan potensi lokal. Sesuai Program 3G (Gampang Sembako Gampang Pendidikan dan Gampang Kerja)
”Kami sangat mengapresiasi kekompakan dan kreativitas warga, khususnya ibu-ibu KWT Pandan. Ini membuktikan bahwa kesadaran lingkungan dan kemandirian ekonomi bisa berjalan beriringan langsung dari tingkat rukun warga,” ujar Agus, saat diwawancarai di lokasi KWT, Jumat (07/08).
Senada dengan hal tersebut, Ketua RW 04 Kelurahan Pabuaran, Sarifudin, mengungkapkan, bahwa kegiatan warga ini tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga mempererat kebersamaan antar warga melalui aksi-aksi produktif di wilayahnya.
Tanaman Obat Keluarga
Gerakan yang diinisiasi para kaum hawa ini memang tidak sekadar berfokus pada penanaman pohon. Di lahan pekarangan tersebut, mereka menanam berbagai jenis tanaman produktif, mulai dari tanaman obat keluarga (toga), aneka sayuran, hingga tanaman buah seperti mangga dan kelengkeng.
”Tidak berhenti di sektor pertanian, KWT Pandan juga mengembangkan kegiatan produktif lainnya dengan memanfaatkan ruang yang ada. Mereka mengelola kolam ikan serta memelihara ternak unggas jenis entok sebanyak kurang lebih 30 ekor. Hasil budidaya dari sektor perikanan dan peternakan ini secara berkala dapat dinikmati langsung oleh para pengelola KWT sebagai bentuk ketahanan pangan mandiri,” ungkap Sarifudin.
Selain aspek ketahanan pangan dan penghijauan, kelompok ini juga aktif mengelola sampah rumah tangga melalui aksi pemilahan dan daur ulang. Di tangan kreatif warga Pabuaran, sampah non-organik disulap menjadi barang-barang fungsional yang bernilai ekonomis.
”Beberapa produk daur ulang yang dihasilkan di antaranya adalah sapu ramah lingkungan. Jika biasanya sapu menggunakan lidi kelapa, KWT Pandan memanfaatkan bekas botol plastik air mineral yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai sapu lidi,” terang Sarifudin.
Tak hanya itu, mereka juga terampil mengolah limbah bungkus kopi saset menjadi kerajinan bernilai guna, seperti rompi unik hasil karya tangan warga.
Inisiatif yang dilakukan KWT Pandan ini membuktikan bahwa pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi kreatif dapat berjalan seiring. Melalui kekompakan dan kreativitas warga Pabuaran, kawasan perkotaan kini mampu menjadi teladan dalam pengelolaan lingkungan yang mandiri dan produktif. (tam)

















