TANGERANG (BT) – Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law yang tinggal selangkah lagi disahkan DPR RI ini dinilai mencekik kaum buruh dan para pekerja. Dalam RUU juga terkandung beberapa poin yang diklaim merugikan pekerja dan hanya menguntungkan pengusaha.
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Sekretariat DPD KSPSI Banten, Cikokol, Kota Tangerang, Rabu (19/2/2020) kemarin, Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) menyatakan sikap menolak RUU Cipta Kerja Omnibus Law. AB3 juga mengajak serikat-serikat pekerja untuk menggelar unjuk rasa akbar tolak Omnibus Law secara serentak.
“Dengan tegas kami menolak RUU Cipta Kerja Omnibus Law,” ujar Presidium AB3 Dedi Sudarajat. “Kami sudah sepakat untuk aksi total gerakan 3320 tolak Omnibus Law ke gedung DPRD Provinsi Banten,” lanjutnya.
Upaya memaksimalkan perjuangan itu, Dirinya meminta agar seluruh elemen yang tergabung dalam AB3 lebih masif melakukan kampanye Tolak Omnibus Law mulai dari tingkat paling bawah. AB3 juga diminta untuk mengajak ataupun mengkonsolidasikan perjuangan dengan semua elemen yang belum tergabung dalam AB3.
“Rencananya kami aksi tanggal 3 Maret 2020 mendatang. Kami akan libatkan seluruh pekerja dan bahkan keluarga para pekerja. Karena Omnibus Law ini bisa merugikan semua, maka kita harus berjuang bersama,” ucap Dedi.
Jika Omnibus Law sampai diketuk menurutnya dapat menimbulkan pengangguran-pengangguran baru di dunia pekerja. Oleh karenanya, ia berharap seluruh serikat pekerja yang tergabung dalam AB3 maupun yang tidak tergabung dapat tetap berjuang bersama-sama.
“Bayangkan kalau pemutusan hubungan kerja (PHK) dimudahkan, jaminan sosial dihilangkan. Bayangkan jika tidak ada hukum pidana bagi perusahaan, penggunaan TKA unskilled workes. Coba bayangkan,” kata Dedi.
“Artinya jelas bahwa pengangguran akan bertambah. Jadi kami simpulkan RUU ini tidak ada relevansinya dengan memajukan investor. Malah mencekik kehidupan pekerja,” imbuhnya.
Menurut ia, aksi 3320 tolak RUU Omnibus Law ke gedung DPRD Provinsi Banten diprediksi sekitar 25 ribu buruh yang bakal menduduki kawasan tersebut. Pihaknya pun saat ini tengah melakukan berbagai persiapan menjelang aksi 3320.
“Nanti akan kami libatkan semua elemen dalam aksi 3320 mendatang. Peserta aksi diprediksi sekitar 25 ribu buruh ke DPRD Provinsi Banten,” tukasnya. (Hmi)


















