
KABUPATEN TANGERANG – Ratusan aktivis yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung), menggelar aksi bersih-bersih sampah dan menanam 5.000 bibit mangrove di Pantai Api-api, Kampung Cinamprak, Desa Mauk Barat, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Sabtu (10/05).
Pantai Api-api merupakan muara sungai Cileles yang menembus laut Jawa, dimana pada tahun 2020 merupakan ‘pantai sampah’. Berkat kegigihan para pemuda setempat didukung aktivis lingkungan, kini pesisir itu bebas dari sampah dan berpotensi menjadi lokasi pariwisata.
“Sejak 2022 lalu, kami rutin membersihkan sampah dan menanam bibit Api-api dan Mangrove di Pantai Api-Api. Alhamdulillah, sekarang daerah sini menjadi bersih dan bebas sampah,” ungkap salah satu aktivis mangrove, Hasan Tiro.
Ia berharap, kedepan Pantai Api-Api dapat menjadi salah satu destinasi wisata mandiri karya anak bangsa. Mengingat pemandangan lokasi tersebut langsung mengarah ke laut Jawa dan nampak keindahan sunset.
“Bismillah, mudah-mudahan kedepan Pantai Api-Api menjadi destinasi wisata mandiri di Kecamatan Mauk serta mampu menggerakkan perekonomian masyarakat Desa Mauk Barat,” harap Hasan.
Sementara itu, Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung), Ade Yunus berkomitmen, untuk terus mengkapanyekan dukungan rehabilitasi dan revitalisasi hutan mangrove di pesisir Tangerang.
“Rehabilitasi dan revitalisasi hutan mangrove menjadi concern kami. Sebagai upaya preventif mitigasi bencana mencegah banjir rob, erosi dan abrasi di pesisir Tangerang,” kata Ade.
Ia menambahkan, mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan Giant Sea Wall yang menggunakan pendekatan Grey Solution dan Green Solution.
“kami mendukung pembangunan tanggul laut atau Giant Sea Wall di wilayah Banten dengan menggunakan metode gray solution dan green solution. Menjadikan hutan mangrove sebagai tembok alami,” tukas Ade. (rls/tam)

















