Angka Kematian Akibat Covid Meningkat di Kota Tangerang

    FOTO: (ilustrasi)

    TANGERANG – Ruang Intensive Care Unit (ICU) yang penuh sesak jadi pemicu melonjaknya angka kematian pasien Covid-19 di Kota Tangerang. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Liza Puspadewi.

    Menurut Liza, dari sebanyak 78 ruang ICU yang ada di Kota Tangerang, 71 ruang di antaranya sudah terisi. Hal itu seiring bertambahnya jumlah pasien Covid-19 di Kota Tangerang dalam setiap harinya.

    “Sudah ada 78 ICU. Dari 78 ICU, 71 ICU sudah terisi,” kata Liza.

    Adapun kuota tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit Kota Tangerang terdapat sekitar 1.455 buah. Sedangkan saat ini, keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit Kota Tangerang sudah mencapai 83 persen. Sementara batas maksimal BOR sesuai ketetapan WHO hanya berkisar 60 persen.

    “BOR yang ada di Kota Tangerang 83 persen. Keterisian selalu berubah setiap menit. Selalu berganti,” jelas Liza.

    Berdasarkan himpunan, sepanjang Januari 2021 penambahan angka positif Covid-19 di Kota Tangerang mencapai 1.736 pasien. Sedikitnya mengalami penambahan sekitar 50 lebih pasien positif dalam setiap harinya.

    Sementara untuk angka kematian pada akhir Desember 2020 diketahui mencapai 97 pasien. Namun, selama Januari 2021 angka kematian telah mencapai 121 orang, atau bertambah 24 orang selama satu bulan.

    “Kita menemukannya sudah dalam (kondisi) berat. Seperti yang kita ketahui, kalau yang sudah berat, yang diperlukannya itu isolasi ICU,” terang Liza.

    Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah juga mengakui adanya lonjakan angka kematian di Kota Tangerang. Hal itu kata Arief, disebabkan adanya penanganan yang terlambat.

    “Karena banyak warga melapor terpapar Covid-19 setelah mengalami kondisi kritis. Ada keluarga yang sudah merasa demam, sesak dan sebagainya didorong (ke RS) gak mau, akhirnya semakin sesak baru dibawa rumah sakit dua hari, gak tertolong,” tutur Arief.

    Arief menilai, angka kematian bukan disebabkan sedikitnya jumlah ICU. Sebab, masih terdapat space 7 ruang ICU atau 10 persen yang belum terpakai. Menurutnya, angka kematian yang tinggi disebabkan karena minimnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri.

    “Jadi artinya masih bisa difasilitasi. Cuma ini kesadaran masyarakat bagaimana memeriksakan diri. Maka di Kota Tangerang sudah dilaporkan bahwa seluruh Puskesmas harus dilakukan tracing,” tandasnya. (Hmi)