KOTA TANGSEL – Pemkot Tangerang Selatan melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), merencanakan untuk membangun dan merevitalisasi 20 gedung sarana pendidikan di tahun ini. Total anggaran mencapai Rp184 miliar.
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menerangkan, pembangunan dan revitalisasi fasilitas serta gedung sekolah merupakan bagian penting dari upaya pemkot dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
“Kita tahu betul kalau pendidikan adalah pondasi utama pembangunan di kota tercinta ini. Tentu kita pastikan seluruh anak-anak di Tangsel bisa mendapatkan fasilitas belajar yang aman, nyaman dan memadai. Makanya, revitalisasi dan pembangunan fasilitas maupun gedung sekolah itu adalah jalan utama kita mewujudkan itu,” kata Benyamin, Senin (05/05).
Sementara itu Kepala DCKTR Kota Tangsel, Ade Suprizal mengatakan, dari 20 gedung yang direncanakan, sembilan di antaranya adalah sekolah menengah pertama, sembilan sekolah dasar, dan dua taman kanak-kanak.
“Ada 20 gedung sarana pendidikan yang direncanakan akan di revitalisasi atau tambah ruang kelas dan pembangunan baru. Total pagu anggarannya sekitar Rp184 milyar,” jelas Ade.
Ia menambahkan, bahwa penentuan lokasi pembangunan didasarkan pada dua indikator utama. Masing-masing kebutuhan ruang belajar (rombel) dan tingkat kerusakan bangunan sekolah.
Selain pembangunan gedung utama, fasilitas penunjang seperti perpustakaan, laboratorium, musala, lapangan olahraga, dan toilet disabilitas juga akan disediakan.
“Ini semua bukan hanya soal membangun gedung baru dan revitalisasi saja ya, tapi kita berupaya memastikan sekolah-sekolah di Tangsel agar memiliki sarana yang lengkap dalam mendukung proses belajar yang nyaman dan inklusif,” ungkap Ade.
Dikatakan, pembangunan direncanakan mulai dilaksankan di bulan Juni dan target selesai pada Desember 2025.
Berikut daftar sekolah di Tangsel yang akan dibangun atau direvitalisasi tahun 2025:
– Taman Kanak-kanak (TK): TK Pembina 8 dan TK Pembina 9
– Sekolah Dasar (SD): SDN Sawah, SDN Jombang 03, SDN Ciater 1, SDN Ciputat 1, SDN Babakan 1, SDN Kranggan, SDN Kademangan 2, SDN Pondok Pucung 2, dan SDN Benda Baru 2
– Sekolah Menengah Pertama (SMP): SMPN 6, SMPN 8, SMPN 12, SMPN 16, SMPN 17, SMPN 18, SMPN 20, SMPN 21, dan SMPN 24
Pemkot Tangsel berharap, proyek tersebut akan berdampak langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan, sekaligus menjadi solusi atas keterbatasan ruang belajar di sejumlah wilayah. (rls/dir)






















