Cabor BMX Kota Tangerang Gagal Raih Emas

    Pembina cabor BMX Kota Tangerang Taufik Syahzaeni saat mengalungkan medali

    TANGERANG – Cabang olahraga (Cabor) BMX Kota Tangerang harus puas dengan raihan 1 perak dan 1 perunggu. Pasalnya, tim binaan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang ini kalah bersaing dengan atlet BMX Kota Serang yakni Achmad Irfan.

    Adapun pertandingan berlangsung di stadion Benteng Reborn pada Selasa (22/11/2022). Peserta BMX freestyle ini hanya diikuti tiga daerah Provinsi Banten yakni tuan rumah Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Serang.

    Kepala DPMPTSP Kota Tangerang Taufik Syahzaeni sebagai bapak cabor BMX Kota Tangerang mengatakan, cabor BMX freestyle park ini menjadi perdana di pertandingan di tingkat Porprov Banten. Meski tergolong cabor yang kurang populer namun tetap menjadi acuan Pemkot Tangerang dalam upaya meraih juara umum.

    “Selamat kepada para pemenang, Kota Tangerang belum mendapat emas. Alhamdulillah Kota Tangerang mendapat perak dan perunggu ke depan kita harus tingkatkan dan perbaiki,” ungkapnya.

    Kata dia, konsep pertandingan BMX freestyle ini sengaja dikonsepkan di outdoor stadion Benteng Reborn sebagai bentuk bagian sosialisasi kepada masyarakat.

    Sementara Ketua Juri Asep Tubagus Tresnadi mengatakan, pada cabor Porprov ke- VI Banten ini para peserta bertanding dengan dua run, di mana satu run nya itu memiliki waktu 1 menit.

    “Jadi para atlet harus mampu meraih poin dan akan di akumulasi,” ujar Apep sapaan akrabnya.

    Para juri juga akan menilai dari sisi keindahan freestyle yang di peragakan oleh para atlet.

    “Poin yang tertinggi tadi diraih oleh atlet Kota Serang dimana dia melakukan trik flip collar bar dan ini skillnya tinggi, kemudian dia memiliki threesixty north dive itu menjadi lebih cantik dan styles. Kita sebagai juri melihat itu ada seni keindahannya juga,”imbuhnya.

    Pada tempat yang sama, pembimbing cabor BMX Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengutarakan, cabor BMX freestyle park ini menjadi perdana di pertandingan di tingkat Porprov Banten. Meski tergologn cabor yang kurang populer namun tetap menjadi acuan dalam upaya Kota Tangerang meraih juara umum.

    “Konsep pertandingan BMX freestyle ini sengaja di konsepkan di outdoor di stadion Benteng sebagai bentuk bagian dari sosialisasi kepada masyarakat,”kata Taufik.

    “Selamat kepada para pemenang, Kota Tangerang belum mendapat emas. Alhamdulillah kota Tangerang mendapat perak dan perunggu kedepan kita harus tingkatkan dan perbaiki,”tandasnya.

    Atlet Kota Tangerang peraih medali perak Karnadi saat di wawancara mengatakan, rasa syukur nya berhasil meraih medali Perak, pasalnya event setingkat provinsi ini perdana baginya.

    “Ikut kompetisi ini saya akui agak gugup tapi saya coba hadapi dan Alhamdulillah bisa saya lalui, tapi harus puas saya di peringkat kedua,” katanya. (Hmi)