Di Tengah Pandemi Covid-19, Puspaga Kota Tangerang Gelar Parenting Pendampingan Anak Lewat Jejaring Sosial

    TANGERANG -Menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Walikota Tangerang tentang Pencegahan, Perkembangan dan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang membuat terobosan agar tetap bisa melayani masyarakat dengan tidak menyalahi aturan maupun kebijakan yang ada.

    Sebagai induk dari kegiatan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), DP3AP2KB tetap melakukan kegiatan konsultasi dan bimbingan terhadap perempuan dan anak bermasalah dan dampaknya.

    Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Heryanto menjelaskan, dengan dikeluarkannya surat edaran walikota ditambah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tersebut, maka warga diharuskan menaati kebijakan dengan melakukan kegiatan di rumah (stay at home).

    “Tak berhenti dengan melaksanakan pelayanan masyarakat, kami kembali melakukan terobosan terhadap supaya tetap bisa melayani masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini melalui layanan pesan Email dan WhatsApp,” ungkap Hery.

    Munculnya berbagai  kebijakan dan himbauan terkait pengurangan kontak antar manusia menurut Hery, membuat Puspaga dituntut untuk lebih kreatif dalam melahirkan kegiatan-kegiatan yang tidak bertentangan dengan kebijakan. Bahkan bisa menjadi solusi supaya tetap melayani masyarakat.

    “Untuk itu, Puspaga menggelar kegiatan parenting melalui aplikasi Zoom, dengan mengambil tema Pendampingan dan Pengasuhan Orangtua saat Anak-anak Bersekolah di Rumah,” terang Hery.

    Sementara itu Sekretaris DP3AP2KB Kota Tangerang Wibisono menerangkan, kegiatan pendampingan parenting yang baru pertama kali digelar tersebut diikuti oleh para peserta asal sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang selama ini menjadi mitra lintas sektoral DP3AP2KB.

    “Pada awal kegiatan parenting ini, sebelumnya hanya diikuti peserta dari sejumlah OPD saja. Namun untuk selanjutnya, kami akan melaksanakan kegiatan ini agar dapat diakses oleh masyarakat umum yang membutuhkan,” tutur Wibi.  

    Penanganan masalah keluarga menurut Wibi, harus lebih komprehensif. Apalagi permasalahan yang trejadi pada anak kini semakin kompleks.

    “Terobosan ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus dimanfaatkan oleh masyarakat dengan sebaik-baiknya” ujarnya.

    Sedangkan Kepala Pelaksana Puspaga Nurhasanah menjelaskan,  Puspaga berinisiatif melakukan inovasi dalam kondisi keterbatasan kontak karena aturan physical distancing saat pandemi ini. Yaitu dengan membuka layanan melalui telpon, media sosial, WhatsApp, email, google meeting, Aplikasi Zoom dan sebagainya.

    “Semoga terobosan ini dapat menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat, terlebih di tengah suasana seperti saat ini” kata Nurhasanah.   

    Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti karena kondisi Covid-19. “Apalagi sekarang ini ada dukungan luas dari internet dan media sosial yang sudah menjadi kebutuhan dan hal umum bagi masyarakat,” tukas Nurhasanah. (Ads)