TANGERANG — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Tangerang resmi menetapkan enam nama kader internal untuk diusulkan sebagai calon pengganti Ketua DPRD Kota Tangerang. Posisi tersebut mengalami kekosongan menyusul wafatnya Ketua DPRD sebelumnya, Rusdi Alam.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang, Sachrudin, menyatakan bahwa penetapan tersebut diputuskan dalam rapat pleno pengesahan usulan calon pimpinan legislatif yang digelar di sekretariat DPD Partai Golkar Kota Tangerang pada Minggu (23/08/26).
”Tadi sudah ditetapkan. Alhamdulillah disepakati bersama bahwa dari delapan anggota DPRD Kota Tangerang dari Partai Golkar, enam yang mendaftar dan mengembalikan formulir,” ujar Sachrudin.
Adapun keenam kader Fraksi Partai Golkar yang terjaring dan diusulkan meliputi Kosasih, Mustofa Kamaludin, Samsuni, Jamaluddin, Saiful Milah, dan Supiani. Seluruh kandidat tersebut dinilai memiliki kapasitas serta melalui tahapan penjaringan internal yang dibuka pada 11 hingga 13 Agustus 2026.
Seluruh nama yang telah ditetapkan dalam rapat pleno tingkat daerah ini selanjutnya akan diteruskan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar melalui DPD Partai Golkar Provinsi Banten. Kendati demikian, penentuan akhir dan pemberian rekomendasi tetap menjadi kewenangan penuh pengurus pusat.
”Setelah itu kami usulkan ke DPP melalui DPD Provinsi Banten. Ya, kita serahkan ke pusat,” tambahnya.
Dinamika Organisasi Sehat
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten, Andika Hazrumy, menilai proses penjaringan internal ini mencerminkan dinamika organisasi yang sehat serta wujud apresiasi terhadap potensi kader terbaik di daerah.
”Dengan adanya seleksi secara internal, kader-kader sangat baik menurut saya. Ini gagasan dan inisiatif dari pak ketua DPD II untuk bagaimana kita bisa melihat semua potensi kader terbaik Partai Golkar,” jelas Andika.
Andika menjelaskan, DPD Provinsi Banten akan menyampaikan hasil rekomendasi pleno tersebut kepada DPP disertai dengan hasil analisis dari tim seleksi. Sejumlah kriteria khusus, termasuk kemampuan kandidat dalam mendukung program pembangunan serta menjawab kebutuhan masyarakat Kota Tangerang, menjadi bahan pertimbangan utama.
”Kriteria khusus itu kan ada di tim seleksi, yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan serta dukungan bagi pembangunan Kota Tangerang. Jadi itu nanti ditanyakan ke tim seleksi,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kursi pimpinan DPRD Kota Tangerang sendiri kosong menyusul wafatnya Rusdi Alam pada Minggu (19/07/26). Almarhum tercatat memiliki rekam jejak panjang dalam organisasi kemasyarakatan serta politik di tingkat daerah. (red/tam)


















