Kecamatan Benda Aktifkan Dapur PKK, Agar Balita Sehat dan Cerdas

    Kegiatan TP PKK Kecamatan Benda bersama Kader Posyandu, untuk mengatasi stunting pada balita. Tampak Camat Benda, Boyke Urip Hermawan (kiri), menyaksikan pengukuran tinggi dan berat balita balita untuk selanjutnya balita tersebut diberi makanan tambahan.

    TANGERANG – Para Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Benda, berupaya membantu pertumbuhan dan kesehatan balita. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melaksanakan kegiatan dapur PKK.

    Ibu-ibu yang bergabung dalam TP PKK ini memasak berbagai jenis makanan dan buah-buahan yang akan diberikan kepada para balita di Posyandu yang berada di wilayah Kecamatan Benda. Tujuannya adalah sebagai pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita.

    Camat Benda, Boyke Urip Hermawan mengatakan, kegiatan dapur PKK tersebut melibatkan para pengurus PKK Kecamatan, TP PKK Kelurahan Belendung dan TP PKK Kelurahan Pajang. Juga berkolaborasi dengan para kader Posyandu. Salah satunya dengan memasak makanan dari hasil pembagian daging sapi kurban.

    Camat Benda, Boyke Urip Hermawan (kiri), sedang memantau kegiatan Dapur PKK untuk memenuhi kebutuhan gizi balita.

    “Hasil dari olahan masakan itu dibagikan kepada para balita yang mengikuti kegiatan Posyandu. Ini juga bagian upaya dari kami dalam menyukseskan Program Gerakan Serentak untuk Anak Tangerang Sehat dan Cerdas (Gertak Tangkas) di Kecamatan Benda,” ungkap camat yang disapa Boyke ini, Kamis (20/06).

    Menurutnya, TP PKK Kecamatan Benda yang diketuai Evi Mulyanti, menarget sekitar 113 balita yang diindikasikan menderita stunting. Yaitu usia balita yang mempunyai gangguan pertumbuhan. Penyebabnya adalah malnutrisi pada ibu hamil dan kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak.

    “Kegiatan pemberian makanan tambahan dan Program Pos Gizi kepada para balita ini sering kami lakukan. Namun berhubung kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Raya Idul Adha, maka kami berikan makanan olahan daging sapi kepada para balita,” ujar Boyke.

    Sebab kata Boyke, banyak panitia kurban yg memberikan daging sapi. Jadi TP PKK dan Kader Posyandu menambahkan pemberian makanan tambahan (PMT) tersebut dengan menu makanan daging sapi. Tujuannya guna memenuhi gizi seimbang pada balita. Mulai dari sop daging sapi, ayam, sayuran, nasi, dan buah-buahan.

    Boyke berharap dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut, dapat memberikan edukasi kepada para orang tua agar senantiasa menerapkan pola makan dengan gizi yang seimbang kepada balitanya.

    “Semoga dengan upaya yang kami lakukan ini, dapat membantu pertumbuhan para balita agar senantiasa sehat dan cerdas. Sebab sebab selain memberi edukasi kepada orang tua, para balita juga telah menerima asupan makanan yang bergizi. Sehingga tumbuh kembangnya diharapkan dapat berjalan dengan optimal,” tukas Boyke. (***)