Peduli Lombok, Pemkot Terjunkan Tim Rescue

    Walikota Tangerang Arief R Wismansyah (dua kanan), pada apel pelepasan tim rescue untuk membantu masyarakat Lombok, Senin (6/8).

    TANGERANG – Bencana gempa bumi yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8), mengetuk hati pimpinan dan pegawai dijajaran Pemkot Tangerang. Pemkot mengagendakan untuk menerjunkan 11 anggota rescue asal Badan Penanggulangan Bencana (BPBD), untuk membantu menangani korban gempa di sana.

    Kiriman bantuan tersebut disampaikan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, pada apel pelepasan tim rescue, Senin (6/8), di lapangan apel gedung Puspemkot Tangerang. Pada kesempatan tersebut Arief menyampaikan, bencana yang terjadi di Lombok menjadi keprihatinan bagi seluruh masyarakat Kota Tangerang. Apalagi gempa tersebut terjadi berkali-kali dalam kurun waktu seminggu terakhir.

    Arief mengimbau agar seluruh personel yang terjun ke Lombok, agar berkoordinasi dengan tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan langsung membantu masyarakat yang tertimpa musibah. “Saya mengucapkan terima kasih kepada tim, yang akan mewakili masyarakat Kota Tangerang dalam membantu saudara kita di Lombok,” ujar Arief.

    Sebagai perwakilan Kota Tangerang, ia meminta tim agar menunjukan dedikasi yang tinggi. “Kami juga meminta kepada masyarakat, supaya senantiasa siaga dalam menghadapi bencana yang dapat terjadi setiap saat.

    “Walaupun pemkot sudah melakukan berbagai tindakan preventif, namun kesiagaan tetap diperlukan,” tegas Arief. Sebagai bentuk kepedulian bagi saudara-saudara kita di Lombok, pegawai Pemkot Tangerang melakukan penggalangan dana. Sebagai bentuk solidaritas atas bencana yang menimpa masyarakat Lombok.

    Sedikitnya terkumpul dana tidak kurang dari Rp224.256.000. Untuk kemudian disalurkan ke warga korban gempa Lombok. “Salurkan bantuan melalui lembaga yang dapat dipercaya. Supaya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat di sana,” tandas Arief.

    Untuk diketahui, gempa bumi yang menghantam Lombok Utara, Minggu (5/8), sekitar pukul 18.46 WIB, menewaskan 98 orang dan menyebabkan 236 warga mengalami luka-luka. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

    Proses evakuasi korban masih terus berlangsung. Tenda darurat dan fasilitas umum yang masih layak ditempati diubah menjadi tempat pengungsian. (hms/tam)