HUT-Kota-Tangerang-PKB.jpg

    Pemkot Tangsel Dirikan Posko Percepat Atasi Corona

    FOTO: Call center posko penanganan dan pencegahan virus corona BPBD Kota Tangsel (dok.kom)

    TANGSEL – Upaya memutus mata rantai wabah virus corona atau Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) membuka Posko Gugus Depan Percepatan Penanganan Covid-19 di Kampung Anggrek, Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel.

    Pembentukan posko tersebut melibatkan unsur TNI dan Polri di lingkup Kota Tangsel, seiring berkembangnya penyebaran virus yang mengancam jiwa. Terlebih, angka pasien dalam pengawasan (PDP), serta orang dalam pemantauan (ODP), dan terkonfirmasi positif corona di Tangsel terus bertambah setiap hari.

    “Penyebaran Covid-19 di Tangsel terus bergerak. Oleh karena itu gugus tugas harus maksimal menekan angka sampai ke tingkat bawah,” ungkap Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat rapat gugus tugas di Serpong, Rabu (25/3/2020).

    Sesuai arahan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany melalui teleconference, lanjut Benyamin, semua camat diharapkan dapat membentuk gugus tugas di tingkat kecamatan dan kelurahan, dengan memanfaatkan SDM yang ada.

    “Tugas-tugasnya terbatas dan tetap didukung jajaran TNI dan Polri di tempat masing-masing,” katanya.

    “Maka informasi awal adanya penderita atau masyarakat yang mengeluh atas gejala klinis ini bisa kita deteksi lebih awal. Kita perlu langkah percepatan yang terkoordinasi dengan sangat maksimal,” tegasnya.

    Tak dipungkirinya, pemerintah harus menanggulangi masalah yang menimbulkan keresahan dan kepanikan di lingkungan masyarakat. Kendati demikian, menurut ia, persoalan tersebut harus ditangani oleh semua pihak.

    “Apa yang menjadi permintaan warga akan kami catat dan ditindaklanjuti,” pungkasnya.

    Diketahui, Dinas Kesehatan Kota Tangsel merilis data warga yang terpapar Covid-19. Berdasarkan data pada Rabu (25/3/2020), terkonfirmasi kasus positif corona di Tangsel berjumlah 15 orang. Sementara untuk ODP tercatat sebanyak 202 orang, PDP 89 orang, dan kasus meninggal sebanyak 4 orang. (Ris/Red)