Pengamat Singgung Sikap Wali Kota terhadap Korban Gusuran di Benda

    FOTO: Salah satu bocah korban gusuran di Kecamatan Benda Kota Tangerang (dok.denis)

    TANGERANG – Pengamat politik Subandi Musbah angkat bicara terkait aksi warga terdampak pembangunan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II di Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

    Direktur Visi Nusantara ini menyoroti sikap Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah yang terkesan tutup mata terhadap persoalan warga yang menjadi korban penggusuran di Kampung Baru, Kecamatan Benda.

    “Wali kota diberi mandat untuk menyelesaikan persoalan hajat hidup orang banyak,” ujar Subandi, Selasa (15/12/2020).

    Ia juga menyayangkan atas sikap wali kota yang enggan menemui warga terdampak saat demo di Puspemkot Tangerang. Padahal seharusnya, dalam setiap persoalan masyarakat, wali kota hadir untuk mengurai masalah yang menimpa warganya.

    “Bukan malah tiarap seolah tidak peduli persoalan masyarakat,” tukasnya.

    Sebagai orang nomor satu di Kota Tangerang, Arief disinggung lantaran tidak mampu menindaklanjuti jeritan warganya. Padahal menurutnya, jeritan warga hari ini menyangkut persoalan yang serius.

    “Publik patut bertanya, posisi wali kota berada dipihak rakyat atau perusahaan? Beberapa kali massa aksi menyuarakan tuntutan tidak pernah ditemui. Padahal warga ingin sekali menyampaikan langsung permasalahan yang tengah terjadi,” katanya.

    Subandi menambahkan, sikap Wali Kota Arief yang enggan menemui massa aksi kali ini berbeda dengan massa aksi yang demo mendukungnya beberapa waktu lalu.

    Sebut saja kasus perseteruan Wali Kota Arief dengan Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly. Kala itu, sekelompok massa menggelar aksi di depan Puspemkot Tangerang. Massa yang berunjuk rasa terdiri dari berbagai golongan seperti ulama, majelis taklim, organisasi masyarakat, dan aktivis mahasiswa hingga buruh.

    Bahkan diketahui bahwa salah satu oratornya adalah Ketua KNPI Kota Tangerang Uis Adi Dermawan. Dalam aksinya saat itu, massa tidak terima tindakan Kemenkumham yang melaporkan Wali Kota Arief ke polisi atas tuduhan penggunaan lahan Kemenkumham tanpa izin.

    Tak berselang lama, Wali Kota Arief menemui massa. Ia meminta massa untuk berdoa agar permasalahannya dengan Menkumham Yasonna Laoly terkait kisruh lahan-lahan Kemenkumham selesai. Arief saat itu juga menyebut harapan masyarakat juga merupakan harapannya.

    “Beda dengan aksi dukungan terhadap wali kota dalam kasus perseteruan dengan Kemenkumham, dengan cepat Arief menemui massa aksi. Anehnya hal ini tidak terjadi pada kasus kali ini,” pungkasnya. (Hmi)