Saling Baku Hantam, Santri di Tangerang Meninggal Dunia

    Istimewa

    TANGERANG – Saling baku hantam, seorang santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Daar El-Qolam Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, meninggal dunia.

    Peristiwa perkelahian tersebut diketahui pada Minggu 7 Agustus 2022 sekitar pukul 06.30 WIB. Korban yang berinisial BD meregang nyawa setelah terlibat perkelahian dengan teman asramanya yang berinisial RE.

    Kapolsek Cisoka AKP Nurohman membenarkan adanya kejadian tersebut. Kata dia, insiden bermula ketika terduga pelaku RE mendatangi kamar nomor enam yang merupakan kamar korban, untuk mencari santri bernama Dimas. 

    Menurut Kapolsek, teman-teman asrama lainnya memberitahu pelaku bahwa Dimas sedang berada di kamar mandi bersama korban.

    “Korban masih mandi. Akhirnya terduga pelaku buka kamar mandi didorong itu pintu kamar mandi membentur korban,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (8/8/2022).

    Lanjut Kapolsek, dugaan sementara bahwa korban merasa jengkel karena terdorong pintu saat sedang mandi. Seusai mandi korban berduel dengan pelaku di kamar nomor enam. Saat itu pelaku sempat memukul korban, namun perkelahian sempat telerai.

    “Awalnya saling memegang leher, sampai keduanya terjatuh. Pada saat jatuh, yang terduga pelaku sempat mukul ke korban. Lalu dipisahin sama teman-temannya,” terang Kapolsek.

    Setelah dilerai, pelaku kemudian meninggalkan kamar korban. Namun, korban yang masih tersulut emosi kemudian mengatai pelaku. Tak berselang lama, pelaku pun kembali ke kamar korban. Korban yang saat itu sedang mengenakan pakaian, langsung dipukuli oleh pelaku dengan menendangnya di bagian rahang dan bagian belakang leher korban.

    “Setelah itu ditinggal sama terduga pelaku,” jelasnya.

    Ia melanjutkan, setelah kejadian itu korban tidak mengikuti kelas karena mengeluh sakit, dan beristirahat di kamarnya. Kemudian, saat teman-temannya mengecek kondisi korban, ternyata korban tidak sadarkan diri.

    “Saksi melihat korban tidak sadarkan diri, akhirnya lapor ke pengasuh terus dibawa ke klinik,” tuturnya.

    Setelah diperiksa di klinik, ternyata kondisi korban sudah meninggal. Kemudian, jasad korban dibawa ke RSUD Balaraja. Pihak kepolisian yang menerima adanya laporan, langsung melakukan pengecekan.

    Kapolsek menambahkan, korban diduga meninggal setelah berkelahi dengan temannya.

    “Setelah itu dari pihak keluarga korban lapor ke polres. Untuk terduga pelaku dan saksi-saksi sudah di polres. Jadi untuk penyidikan lebih lanjut ada di polres,” pungkasnya. (Hmi)