Pemkot Tangerang Ditengah Keterbatasan Hadapi Porprov 2022

    FOTO: Gedung Pusat Pemerintah Kota Tangerang

    TANGERANG – Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten VI pada 2022 mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang sebagai tuan rumah terus melakukan berbagai persiapan dengan membangun sejumlah sarana olahraga.

    Salah satu upayanya yakni merenovasi stadion Benteng, membangun venue di Cipondoh, dan venue di Alam Sutera. Ketiga lokasi tersebut rencananya akan digunakan sebagai venue pertandingan olahraga yang bersifat outdoor dan indoor seperti panahan, voli, dan hoki.

    Sementara Stadion Batuceper bakal menjadi venue utama pada perhelatan Porprov Banten VI 2022. Rencananya, Stadion Batuceper sebagai venue penutupan dan pembukaan, serta pergelaran sepak bola.

    “Jadi artinya dari segi persiapan infrastruktur stadion, kita mempersiapkan bukan cuma dari fisiknya saja, tapi juga alat dan perlengkapan untuk penyelenggara pertandingan,” ungkap Ruta Ireng Wicaksono, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Rabu (9/12/2020).

    Namun demikian, kata Ruta, pembangunannya tidak secerah Stadion Gelora Tangerang Ayo yang megah, sebagaimana rencana awal Pemkot Tangerang. Kala itu, lanjut Ruta, Gelora Tangerang Ayo disebut akan lebih megah daripada stadion Sport Centre Kabupaten Tangerang.

    “Stadion Gelora Tangerang Ayo berkapasitas 30 ribu penonton, artinya itu 2 kali lipat dari markas Persita,” katanya.

    “Namun itu sebelum pandemi Covid-19 melanda Kota Tangerang, dimana anggaran Pemkot masih melimpah,” imbuhnya.

    Sebelumnya, mega proyek Pemkot Tangerang tersebut menghabiskan dana sebesar Rp552 miliar dengan anggaran multi years selama 2 tahun untuk pembangunan 4 sarana olahraga termasuk Gelora Tangerang Ayo.

    Untuk Gelora Tangerang Ayo sendiri menelan anggaran sebesar Rp244 miliar. Kemudian peremajaan Stadion Benteng sebesar Rp122 miliar. Pembangunan venue multy sport di Kawasan Alam Sutera dan Cipondoh masing-masing menganggarkan Rp127 dan Rp59 miliar.

    Saat ini, lanjut Ruta, anggaran pembangunan 4 sarana olahraga tersebut telah dipangkas setengah. Maka, untuk Gelora Tangerang Ayo Pemkot menganggarkan Rp100 miliar, Indor Outdoor Sport Centre di Cipondoh Rp30 Miliar, dan Tangerang Super Blok di Alam Sutera Rp75 Miliar.

    “Ada penyusutan dari segi desainnya kita review karena pandemi juga. Multy years bukan hanya ketersediaan anggaran tapi juga dari sisi proses pembangunannya, karena ngebangun gak bisa dipush, harus bertahap,” jelasnya.

    Dari segi desain juga berpengaruh. Menurutnya, ada sejumlah bentuk yang harus dihilangkan untuk menyesuaikan anggaran. Namun, Pemkot Tangerang tetap mengusung tema kearifan lokal Kota Tangerang.

    “Kita gabungan tapi dari sisi desain ngikutin karakter lokal,” tuturnya.

    Kepala Bidang Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Ujang HG menilai ketersedian anggaran stadion tidak akan berpengaruh dengan kualitas atlet. Kota Tangerang tetap optimis menjadi juara umum meski ditengah keterbatasan.

    “Enggak ada hubungannya itu, karena itu kan cuma bicara standart stadion, bukan bicara kualitas itu kuantitas daya tampung,” katanya.

    Sementara untuk kesiapan atlet, pihaknya tengah membuat tahap periodesasi. Pada 2021 mendatang atlet beserta tim cabor akan ditangani oleh konsultan olahraga.

    “Lagi tahap pembuatan program periodisasi. Nanti tahun depan langsung ditangani oleh konsultan karena harus ada yang mengawasi. Kalau atlet mereka sudah ada nanti mereka diusulkan untuk di SK kan, dan nanti mereka ada program Puslatcab,” pungkasnya. (Hmi)