Aparatur Kecamatan Ciledug Dukung Program Kelurahan Siaga Bencana

    Dari kiri, Camat Ciledug, Ayi Nuryadin, Wakil Walikota Tangerang, H Maryono Hasan, Plt Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, pada acara sosialisasi dan pelatihan kelurahan tangguh bencana beberapa waktu lalu.

    TANGERANG –  Aparatur Kecamatan Ciledug mendukung penuh penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui Program Kelurahan Tangguh Bencana.

    Pernyataan tersebut disampaikan Camat Ciledug, Ayi Nuryadin, dalam menyikapi program Pemkot Tangerang saat terjadi kebencanaan.

    “Program ini merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat, dalam pencegahan dan kesigapan masyarakat yang bergabung menjadi personel Kelurahan Siaga Bencana dalam menghadapi suatu bencana,” terang Ayi, Kamis (22/05).  

    Dikatakan, Program Kelurahan Siaga Bencana yang digulirkan Pemkot Tangerang lewat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), merupakan hal positif dengan melibatkan masyarakat dalam menghadapi dan menanggulangi bencana. Seperti banjir, kebakaran dan kebencanaan lainnya.

    “Warga yang dilibatkan dalam Kelurahan SIaga Bencana, akan mendapatkan pelatihan terkait kebencanaan. Apa saja yang harus dilakukan, harus lapor ke siapa serta harus bagaimana. Nantinya bakal ada edukasi yang dilakukan oleh BPBD Kota Tangerang,” terang Ayi.

    Sebelumnya, Wakil Walikota Tangerang, H Maryono Hasan, pada acara Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana serta Sosialisasi dan Pelatihan Kelurahan Tangguh Bencana di wilayah Kecamatan Ciledug beberapa waktu lalu, mengajak masyarakat untuk dalam mengatasi bencana.

    Menurutnya, kesiapsiagaan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat sebagai ujung tombak dalam pencegahan dan mitigasi.

    “Kita tidak bisa hanya bergantung pada upaya pemerintah. Masyarakat harus jadi bagian utama dalam menjaga lingkungan, mengenali risiko, dan merespons secara cepat bila terjadi bencana,” kata Maryono.

    Ia menambahkan, karakteristik Kota Tangerang sebagai wilayah hidrometeorologi dan berpenduduk padat, membuat kesiapsiagaan menjadi kebutuhan mendesak.

    “Hujan deras dengan durasi panjang sudah menjadi hal yang rutin. Bila tidak disertai kesadaran menjaga lingkungan, maka genangan dan banjir sulit dihindari,” ungkap Maryono.

    Ia juga menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap fasilitas umum seperti saluran air dan drainase.

    “Pemerintah sudah bangun infrastruktur, tapi kalau warga masih membuang sampah sembarangan, ya tetap akan banjir. Kesadaran kolektif ini kunci utama,” tegas Maryono. (***)