TANGERANG – Setahun kepemimpinan Sachrudin-Maryono mencatat sejumlah capaian penting di bidang ekonomi, ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang meningkat dari 5,04 persen di 2024 menjadi 5,20 persen di 2025.
Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Tangerang Ruta Ireng Wicaksono. Menurutnya, tingkat kemiskinan menurun dari 5,43 persen menjadi 5,19 persen. Salah satu kunci pencapaian ini adalah program Gerakan Gampang Sembako, yang menjangkau 13 kecamatan dan membantu warga memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Tidak hanya itu, inovasi di bidang pertanian perkotaan juga digencarkan melalui urban farming, termasuk 76 Kelompok Wanita Tani (KWT) dan 39 kelompok pembudidayaan ikan,” ungkap Ruta, pekan lalu.
“Hasilnya, program ini berhasil menghasilkan 100.920 polybag tanaman cabai, tomat, dan terong. 352.717 ekor ikan nila dan lele, 11.147 polybag tanaman obat keluarga hingga 45 ekor hewan ternak kambing dan domba,” tambahnya.
Menurutnya, sepanjang 2025, sektor pertanian kota juga menghasilkan 846 ton beras, 4,7 ton cabai besar dan 4,9 ton bawang merah, memperkuat ketahanan pangan lokal.
Akses Pendidikan di Kota Tangerang Makin Meluas
Sedangkan melalui program “Gampang Sekolah”, upaya ini membuahkan hasil nyata dengan meningkatnya Harapan Lama Sekolah (HLS) dari 13,90 tahun pada 2024 menjadi 13,96 tahun pada 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami kenaikan signifikan dari 81,53 poin pada 2024 menjadi 82,41 poin pada 2025.
”Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa perluasan akses dan peningkatan kualitas pendidikan berjalan efektif dan berdampak langsung terhadap pembangunan sumber daya manusia,” jelas Ruta.
Peningkatan tersebut dicapai melalui optimalisasi berbagai fasilitas dan layanan pendidikan. Pemerintah daerah menyalurkan bantuan biaya pendidikan jenjang perguruan tinggi kepada 576 mahasiswa kurang mampu, masing-masing sebesar Rp6 juta per mahasiswa.
Selain itu, fasilitas sekolah swasta gratis bisa dimanfaatkan di 65 SD/MI swasta dan 74 SMP/MTs swasta. Pendidikan inklusi juga terus diperluas dengan tersedianya 53 SD dan 17 SMP inklusi.
“Melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Inklusi, sebanyak 1.298 peserta didik penyandang disabilitas di jenjang SD dan SMP berhasil difasilitasi,” ujar Ruta.
Program Beasiswa Tangerang Cerdas turut menjadi penopang utama. Bantuan sebesar Rp80 ribu per bulan diberikan kepada 10.446 peserta didik jenjang SD, SDLB/SKh, dan MI negeri maupun swasta. Sementara itu, Rp100 ribu per bulan disalurkan kepada 5.000 peserta didik SMP, SMPLB/SKh, dan MTs negeri maupun swasta.
“Dukungan juga diberikan kepada 18 atlet berprestasi melalui beasiswa khusus. Program angkutan umum gratis bagi pelajar, insentif bagi pendidik dan tenaga kependidikan, serta peningkatan sarana dan prasarana pendidikan,” terang Ruta.
Angka Pengangguran Terbuka di Kota Tangerang Turun Signifikan
Pemkot Tangerang juga berhasil membuktikan program unggulan ”Gampang Kerja” berhasil menurunkan angka pengangguran terbuka secara signifikan, yakni 5,88 persen (2025) dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,92 persen (2024).
Pemkot Tangerang berhasil menyerap 2.034 pencari kerja lewat program Job Fair selama setahun terakhir. Pemkot Tangerang juga berhasil menyalurkan 6.206 pencari kerja lewat 116 Bursa Kerja Khusus (BKK) di tahun 2025.
”Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program Gampang Kerja selama setahun ini. Hasilnya luar biasa, program Gampang Kerja berjalan sangat efektif dalam menyediakan lapangan pekerjaan dan menurunkan angka pengangguran di Kota Tangerang,” papar Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan.
Dikatakan, dalam setahun ini, program Gampang Kerja berhasil menyerap 430 calon pekerja profesional untuk menjalani program On The Job Training di 11 perusahaan ternama. Ini menjadi terobosan baru untuk membuka serta memudahkan akses anak-anak muda di Kota Tangerang mendapatkan pekerjaan secara profesional. (***)


















