Kecamatan Batuceper Terus Berbenah Percantik Lingkungan  

    Kegiatan siswa TK Al Yasir Batu Jaya di Kampung Jimpitan, sebagai pusat edukasi dan kreativitas pada peringatan Hari Kartini beberapa waktu lalu.

    TANGERANG – Aparatur Kecamatan Batuceper bekerja sama dengan masyarakat dan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya, terus melakukan pembenahan lingkungan. Salah satunya melibatkan warga dalam membangun Kampung Jimpitan KB2, Kelurahan Batu Jaya.

    Kebiasaan bergotong royong, toleransi antar umat beragama, keamanan lingkungan, kreativitas masyarakat, dan kepedulian sosial adalah nilai-nilai yang hidup dan berkembang di kampung ini. Bahkan Lokasi ini menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Tangerang.

    “Di Kampung Jimpitan ini, kita dapat menyaksikan bagaimana masyarakat berkumpul dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan. Kami memberikan apresiasi kepada RT, RW, tokoh masyarakat, karang taruna, dan seluruh warga Kampung Jimpitan KB2 atas komitmen mereka dalam menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai kegiatan,” kata Camat Batuceper, Achsin Ghufron Falfeli, Kamis (07/05).

    Bahkan baru-baru ini pada peringatan Hari Kartini, sebanyak 97 siswa TK Al Yasir Batu Jaya, menjadikan Kampung Jimpitan sebagai pusat kegiatan edukasi dan kreativitas siswa.

    “Alhamdulillah, Kampung Jimpitan bisa memberikan dampak positif bagi kegiatan anak-anak sekolah. Kami berharap tempat ini menjadi bisa ruang pembentukan karakter agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berakhlakul karimah, unggul, produktif, kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan zaman,” ujar camat yang akrab disapa Ghufron ini.

    Tertibkan Parkir Liar

    Sedangkan untuk menciptakan ketertiban dan memberi rasa nyaman bagi masyarakat, Tramtib Kecamatan Batuceper kerap menertibkan parkir liar di kawasan Stasiun Poris, Batuceper, Kota Tangerang.

    Operasi penertiban parkir liar dimaksudkan sebagai salah satu langkah strategis dalam mengantisipasi penumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan di pertigaan Stasiun Poris (Jalan Maulana Hasanuddin-Jalan Benteng Betawi). 

    “Kami bergerak cepat menertibkan parkir liar yang selama ini memakan badan jalan yang menyebabkan kemacetan di sekitar Stasiun Poris. Apalagi di tengah bulan Ramadan sampai jelang Idul Fitri beberapa waktu lalu,” jelas Ghufron.

    Menurutnya, Trantib Kecamatan Batuceper telah melayangkan peringatan tegas kepada sejumlah pengusaha jasa parkir di sekitar Stasiun Poris sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 43 Tahun 2017 tentang Pengawasan dan Pengendalian Kegiatan Parkir Kendaraan di Jalanan Kota Tangerang.

    Selain itu, Tramtib Kecamatan Batuceper berkomitmen operasi penertiban parkir liar akan terus digencarkan secara berkala.

    Kerja Bakti Bersihkan TPS Liar

    Pembuatab pagar bambu untuk mengantisipasi adanya penumpukan sampah di bekas TPS liar Jalan KH Kilin.

    Selanjutnya dalam menyikapi keluhan masyarakat terkait tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Jalan K.H Kilin (RW 05) Kelurahan Batujaya, aparatur Kecamatan Batuceper bersama warga melaksanakan kerja bakti membersihkan tumpukan sampah.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kecamatan Batuceper beserta semua lapisan masyarakat di sana yang telah melakukan kerja bakti untuk menertibkan tumpukan sampah di TPS liar Jalan K.H Kilin yang selama ini mengganggu kenyamanan masyarakat terutama para pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut,” ucap Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sampah Wilayah Timur, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Bachrudin, beberapa waktu lalu.

    Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang bahkan telah membangun pagar pembatas dari bambu untuk mengantisipasi oknum masyarakat yang masih membuang sampah di bekas lahan TPS liar di Jalan K.H Kilin Batujaya.

    “Tidak hanya menutupnya secara permanen, kami bersama masyarakat di sana juga telah memasang spanduk imbauan sekaligus pagar dari bambu untuk mengantisipasi adanya penumpukan sampah liar di bekas lahan yang ditertibkan pada kemudian hari,” ungkap Bachrudin. (***)