Pemkot Tangerang Perkuat “Benteng” Perlindungan Anak dan Perempuan Berbasis Masyarakat

    Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian (tengah), pada acara sosialisasi intensif mengenai PATBM dan RBI, di Gedung Nyi Mas Melati, Kamis (21/05).

    ​TANGERANG – Kota Tangerang kini semakin serius menabuh genderang perang terhadap kekerasan perempuan dan anak. Mengambil langkah konkret, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar sosialisasi intensif mengenai Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan Ruang Bersama Indonesia (RBI), Kamis (21/5/2026).

    ​Acara yang dipusatkan di Gedung Nyi Mas Melati ini bukan sekadar seremonial. Dihadiri oleh perwakilan warga dari 104 kelurahan serta menghadirkan pakar dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Hamid Pattilima, pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi untuk memetakan tantangan perlindungan anak yang kian kompleks di era digital.

    ​Tantangan Baru: Bukan Cuma Fisik, Tapi Digital

    ​Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian, menegaskan bahwa ancaman terhadap masa depan bangsa yakni perempuan dan anak, kini telah bertransformasi. Menurutnya, tak cukup lagi hanya mengandalkan aturan di atas kertas, tapi diperlukan aksi nyata yang menyentuh akar rumput.

    ​“Hari ini, tantangan yang dihadapi perempuan dan anak tidak lagi sederhana. Tidak hanya kekerasan fisik, tapi juga kekerasan psikis, eksploitasi, perundungan (bullying), hingga ancaman di ruang digital yang sangat nyata,” ujar Tihar dengan nada tegas.

    ​Tihar menekankan, bahwa meski payung hukum mulai dari Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak hingga UU (Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) sudah sangat kuat, namun implementasi di lapangan tetap menjadi kunci utama. “Regulasi itu penting, tapi yang jauh lebih vital adalah bagaimana perlindungan itu benar-benar hadir dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

    ​RBI dan PATBM: Gerakan Organik Masyarakat

    ​Kabar baiknya, Kota Tangerang kini menjadi salah satu pionir atau percontohan nasional dalam menghadirkan program Ruang Bersama Indonesia (RBI). Terletak di Kampung Jimpitan, Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, RBI kini berfungsi sebagai ruang aman sekaligus pusat tumbuh kembang perempuan dan anak.

    ​Program RBI ini pun menjadi amunisi baru bagi gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang sudah mengakar di Kota Tangerang sejak 2017. Saat ini, kader PATBM sudah tersebar dan aktif di seluruh kelurahan se-Kota Tangerang.

    ​“Gerakan ini bukan lagi sekadar program pemerintah, tapi sudah menjelma menjadi gerakan bersama yang organik di tengah masyarakat. Kami ingin setiap kader mampu mendeteksi potensi kekerasan sejak dini dan membangun jejaring koordinasi yang cepat,” jelas Tihar.

    Ia menambahkan, Pemkot Tangerang juga memfasilitasi Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kota Tangerang yang tersedia di Lantai 2, Gedung Cisadane. Fasilitas ini sebagai layanan informasi dan konsultasi permasalahan anak dan keluarga secara gratis.

    ​“Informasi lebih lanjut terkait layanan dan konsultasi dengan Puspaga Kota Tangerang bisa diakses melalui WhatsApp di nomor 0896-0200-4040,” kata Tihar.  

    Selain itu, lanjut Tihar, Kota Tangerang juga memiliki layanan cepat pengaduan bertajuk Sistem Layanan Cepat Pengaduan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (SILACAK PERAK). Pelaporan pengaduan kekerasan perempuan dan anak, dapat dihubungi melalui Website https://linktr.ee/bidppa. Layanan ini rumah perlindungan bagi korban untuk mendapatkan perlindungan dan pemenuhan hak dalam pemulihan

    ​Ajakan untuk Semua

    ​Di akhir arahannya, Tihar memberikan pesan menyentuh. Ia mengingatkan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab kolektif, dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga.

    ​“Jangan pernah membiarkan anak-anak kita tumbuh dalam rasa takut. Mari kita lindungi perempuan dan anak dengan kepedulian nyata. Dengan bahu-membahu, kita wujudkan Kota Tangerang yang benar-benar ramah perempuan dan layak anak demi masa depan yang gemilang,” tutupnya. (***)