Implementasikan Program TPBIS, DPAD Kota Tangerang Gelar Pelatihan Hand Bucket di Batuceper

    Pelatihan pembuatan hand bucket yang diinisiasi oleh DPAD Kota Tangerang, di Kampung Jimpitan KB, Kecamatan Batuceper, Jumat (22/05),

    TANGERANG – Suasana di Kampung Jimpitan KB2, Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, tampak berbeda pada Jumat (22/05). Puluhan warga terlihat antusias mengikuti pelatihan pembuatan hand bucket yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang.

    ​Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan keterampilan praktis.

    ​Kepala DPAD Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan warga akan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Menurutnya, hand bucket kini menjadi komoditas kreatif yang diminati pasar sebagai hadiah maupun suvenir.

    ​”Pelatihan ini kami hadirkan untuk mengasah kreativitas warga sekaligus membuka peluang usaha mandiri. Dengan bahan yang variatif dan hiasan yang kreatif, peserta diajarkan teknik merangkai hand bucket agar memiliki nilai jual,” ujar Engkos saat meninjau langsung kegiatan di lokasi.

    ​Perpustakaan sebagai Ruang Pemberdayaan

    ​Lebih lanjut, Engkos menekankan bahwa paradigma perpustakaan telah bergeser. Tidak lagi sekadar tempat membaca, perpustakaan kini bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang inklusif.

    ​”Melalui program TPBIS, perpustakaan hadir sebagai ruang publik untuk berbagi pengetahuan, mengasah kreativitas, hingga meningkatkan keterampilan produktif masyarakat. Kami ingin perpustakaan menjadi pusat kegiatan positif yang dirasakan langsung manfaatnya oleh warga sekitar,” paparnya.

    ​Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta. Interaksi hangat terjadi di antara warga yang fokus menyusun rangkaian bunga, sembari bertukar ide terkait pengembangan desain. Sejumlah peserta bahkan mengaku optimistis dapat mengembangkan keterampilan baru ini menjadi usaha rumahan (UMKM) yang menjanjikan.

    ​DPAD Kota Tangerang berkomitmen untuk terus menyambangi perpustakaan-perpustakaan di setiap wilayah dengan berbagai pelatihan kreatif, seperti ecoprint dan kerajinan tangan lainnya. Langkah ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi warga dan menjadikan perpustakaan sebagai denyut nadi kemajuan lingkungan.

    ​”Harapan kami, masyarakat tidak hanya belajar, tapi juga mampu berkarya dan produktif. Keterampilan ini adalah modal awal untuk membuka peluang penghasilan baru di lingkungan mereka sendiri,” pungkas Engkos. (***)