
TANGERANG – Dalam upaya mencegah penyakit yang timbul akibat abu vulkanik yang berasal dari erupsi Anak Gunung Krakatau, aparatur Kecamatan Karawaci membagi-bagikan 700 masker kepada sejumlah pengendara dan warga yang melintas di depan kantor kecamatan, yang berada di Jalan Proklamasi, Selasa (08/09/26).
Hal tersebut dilakukan, untuk menghindari bahaya polusi udara berskala luas yang berdampak langsung pada kesehatan manusia. Bahkan Pemkot Tangerang sendiri memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi pelajar SD dan SMP.
Camat Karawaci, Achmad Zuldin Syafii mengatakan, pada kegiatan tersebut, sebanyak 700 masker dibagikan kepada warga yang melintas di Jalan
material vulkanik mengandung partikulat berbahaya serta gas-gas beracun yang menurunkan kualitas udara secara drastis di wilayah Provinsi Banten, tak terkecuali Kota Tangerang.
“Erupsi Anak Gunung Krakatau yang terjadi akhir pekan lalu, membawa pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik mikro yang sangat ringan. Partikel ini dapat melayang jauh terbawa angin, hingga bisa masuk ke saluran pernapasan manusia. Sehingga dapat memicu gangguan pernapasan akut seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), asma, serta iritasi mata dan kulit,” kata Zuldin.

Tak berhenti sampai disitu, pihaknya juga membagi-bagikan masker kepada ibu-ibu pada pengajian rutin Forum Majelis Ta’lim (Format) Akhlakul Karimah, Kecamatan Karawaci, yang digelar di gedung Tangerang Convention Centre (TCC), yang berlokasi di Jalan Merdeka, Kelurahan Cimone Jaya, Karawaci.
”Pada kesempatan itu, kami memberikan masker kepada sekitar seribuan peserta pengajian Format Akhlakul Karimah Kecamatan Karawaci. Jadi bila dijumlahkan dengan kegiatan di depan kantor kecamatan, maka jumlahnya mencapai 1700 lembar masker,” ujar Zuldin.
Sedangkan pada acara pengajian itu, ia berpesan kepada ibu-ibu majelis taklim, agar melakukan penghematan air dan listrik. Termasuk mewaspadai hal pemicu terjadinya kebakaran.
”Saat ini kita tengah menghadapi musim kemarau dan potensi bencana alam lainnya. Sehingga langkah penghematan serta kewaspadaan terhadap pemicu terjadinya kebakaran perlu terus ditingkatkan,” tukas Zuldin. (tam)

















