KABUPATEN TANGERANG – Pemkab Tangerang bakal menindak tegas siapa pun yang melakukan penimbunan masker yang digunakan sebagai alat mengantisipasi virus Corona.
Pernyatan tegas tersebut disampaikan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, usai rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kamis (5/3), di Pendopo Bupati Tangerang.
“Kalo ada masyarakat atau siapa pun yang melakukan aksi penimbunan barang, masker atau sebagainya, saya sudah komunikasikan dengan Kapolres dan Pak Kajari, supaya ditindak. Sebab sudah masuk ranah pidana,” tegas Zaki.
Ia menambahkan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang telah melakukan upaya mengantisipasi kelangkaan masker akibat virus Corona.
“Disperindag telah berkoordinasi dan melakukan pengawasan peredaran masker, serta berkoordinasi dengan distributor dan Kementerian Perdagangan RI serta Disperindag Provinsi,” ujarnya.
Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Desiriana Dinardiyanti menjelaskan, Corona Virus (Covid 19) merupakan peradangan yang terjadi pada paru-paru.
Virus Corona bersifat zoonosis. Artinya ditransmisi dari hewan ke manusia. Selanjutnya ini virus bersirkulasi. Corona virus memiliki sensitivitas terhadap panas.
“Jadi Corona virus bisa diinaktifkan dengan menggunakan bahan-bahan disinfektan yang mengandung klorin, hidrogen peroksida. Juga dilakukan pemanasan pada suhu 50 derajat celcius selama 30 menit,” terang Desi.
Karakteristik virus Corona menurut Desi, berada pada suhu suhu dingin. Yaitu pada suhu 20 derajat celcius dengan kelembaban tidak lebih dari 40 persen.
“Suhu dan iklim tersebut sama dengan udara di Cina, Korea dan Jepang. Sehingga tidak sesuai dengan iklim di Indonesia yang tropis. Sehingga kita tidak perlu panik,” papar Desi.
Sementara itu Direktur Utama Rumah Sakit Umum (RSU) Kabupaten Tangerang, Naniek Isnaeni menerangkan, diagnosa awal yang disebabkan virus Corona adalah adanya demam.
“Suhu tubuh mencapai 38 derajat celsius atau lebih, batuk pilek disertai nyeri tenggorokan. Juga gejala tambahan berupa nyeri kepala, nyeri otot, lemas, batuk darah, bahkan diare,” jelas Naniek.
Pasien mengeluhkan gejala pneumonia dan ada riwayat berpergian ke daerah yang terjangkit wabah. “Sedangkan untuk pasien yang dalam pengawasan, mereka mengalami keluhan pneumonia juga ada kontak berpergian ke daerah yang terjangkit Corona,” tuturnya.
Saat ini kata Naniek, di Kabupaten Tangerang belum ada yang positif terinfeksi virus Corona. Termasuk belum ada pasien yang dirawat di RSU Kabupaten Tangerang karena Corona,” urai Naniek.
Menurutnya, hingga kini belum ditemukan penelitian terkait antivirus khusus Corona. Juga belum ditemukan vaksin pencegahnya.
“Jadi mari kita berdoa, semoga tidak ada warga Kabupaten Tangerang yang positif terinfeksi Corona,” tukas Naniek. (rls/tam)


















