
TANGERANG – Menyekar atau ziarah kubur jelang bulan suci Ramadhan masih menjadi tradisi seluruh umat muslim di Indonesia. Menyekar sarat dengan ritual doa ke makam keluarga sebelum menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan.
Kementerian Agama (Kemenag) RI sebelumnya mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktifitas ziarah ke makam menjelang Ramadhan 2020 ini. Imbauan tersebut seiring dengan merebaknya Covid-19 yang melanda sejumlah daerah di Indonesia.
Namun demikian, imbauan tersebut tak mengurungkan niat sejumlah warga untuk tetap menjalankan aktifitas berziarah tersebut. Di Kota Tangerang, sejumlah warga nampak masih mengunjungi pemakaman dengan melakukan ritual doa.
Sejumlah aktifitas dalam menyekar pun nampak seperti biasa. Selain panjatkan doa, ziarah kubur juga diisi dengan membersihkan area makam serta membubuhkan bunga mawar di atas tanah makam. Bunga mawar biasa didapati warga dari para penjual yang menjajakan dagangan di lokasi pemakaman.

Seorang pedagang, Ryan mengatakan, satu kantong plastik bunga mawar biasa dijual dengan harga Rp5.000 untuk ukuran kantong plastik mini. Selain bunga, kata Ryan, para peziarah juga biasa membeli air bunga mawar.
“Satu kantong lima ribu, kalo airnya satu botol sepuluh ribu,” ujar Ryan, Kamis (23/4/2020).
Tahun ini, Ryan mengaku masyarakat yang datang ziarah lebih sedikit bila dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurut ia, virus corona yang mewabah saat ini berdampak cukup besar terhadap aktifitas masyarakat di lingkungan.
“Sangat jauh menurun, alhamdulillahnya masih dapat untung. Tapi kalau dibanding tahun-tahun sebelumnya jauh beda, mungkin karena ada corona,” tandasnya. (Hmi)

















