Administrasi dan Dokumentasi Jadi Sorotan Sekda

    Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi Budaeri (kiri), pada rapat kordinasi gugus tugas Kota Layak Anak (KLA), Selasa (2/4), di gedung Cisadane.

    TANGERANG – Administrasi dan dokumentasi menjadi kelemahan terbesar Pemkot Tangerang, untuk bersaing dengan kota lain dalam mendapatkan gelar Kota Layak Anak.

    Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi Budaeri, pada rapat kordinasi gugus tugas Kota Layak Anak (KLA), Selasa (2/4), di gedung Cisadane.

    “Sebenarnya Kota Tangerang telah lebih awal menerapkan semua komponen agar dapat disebut sebagai KLA. Namun tidak terdokumentasikan dengan baik dan tidak dilaporkan,” kata Dadi, pada acara yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB). 

    Ia meminta, supaya pengisian indikator yang akan dinilai wajib diisi, dievaluasi dan diselesaikan pada hari itu. Untuk dilaporkan kepadanya. Untuk diketahui, Kota Tangerang meraih predikat Kota Layak Anak Tingkat Pratama pada 2018 lalu.

    Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, di Surabaya. 

    Pencapaian tersebut didasari oleh pemenuhan dan perlindungan yang dilakukan melalui sistem pembangunan berbasis hak anak. Seperti penyediaan fasilitas untuk mendukung pemenuhan hak anak. Mulai dari pembangunan ruang terbuka hijau ramah anak, hingga pada pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA). (rls/tam)