Akibat Nekad Mudik, Puluhan Warga Gerendeng Positif Covid-19

    FOTO: Sebuah gang di Kelurahan Gerendeng di lockdown

    TANGERANG – Pasca mudik lebaran 2021, puluhan warga RT 03 RW 11 Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, terkonfirmasi positif Covid-19.

    Meski dilarang pemerintah, sebanyak 30 warga di kelurahan tersebut nekad bertolak untuk mudik lebaran. Akibatnya, puluhan warga itu pun terpapar Covid-19 diduga pasca mudik lebaran.

    Kini, puluhan warga itu pun diisolasi secara mandiri. Pengawasan di area sekitar terhadap orang-orang yang tidak berkepentingan pun diperketat. Demikian diungkapkan Nasron A Mufti, selaku Lurah Gerendeng.

    “Sampe semalam (Senin/7/6) penutupan pemberlakuan jam malam. Kita bataskan, yang masih kerja di luar sementara diperbolehkan dengan ketentuan protokol yang ketat,” katanya.

    Nasron menjelaskan, dari 30 warga yang positif Covid-19, 16 di antaranya melakukan isolasi mandiri. Sementara 14 lainnya Isolasi di Rumah Sakit dan Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT).

    “Kondisi hari ini per kemaren sore total positif Covid-19 ada 30 orang. Ada terdiri dari 2 RT, RT 11 dan yang paling banyak kasus terdapat di RT 03 ada sekitar 29 orang,” terangnya.

    Dirinya menduga warga yang positif Covid-19 dikarenakan nekad melakukan perjalanan ke luar kota atau mudik. Mereka melaksanakan mudik setelah kebijakan pemerintah tentang pelarangan mudik lebaran lalu usai.

    “Karena kondisi pemberlakuan penyekatan wilayah mereka tidak pulang tapi setelah penerapan selesai akhirnya mereka ada yang mudik tanpa memberitahukan perangkat RT dan RW,” katanya.

    Namun demikian, puluhan warga itu pun baru melapor kepada perangkat RT atau RW setelah merasakan efek Covid-19.

    “Mereka mungkin merasa sakit biasa ketika kondisi fisiknya melemah baru lapor ke RT dan RW,” ucap Nasron.

    Meski begitu, warga yang rata-rata masih satu keluarga ini mendapat perhatian kala melakukan isolasi mandiri. Warga bahu-membahu memberikan bantuan sembako kepada mereka yang positif Covid-19.

    “Kita berikan sembako dan ini akan berjalan sampai mereka sembuh total,” katanya.

    Ketua RT 03, Subari mengaku kecolongan. Pasalnya, warga yang positif Covid-19 tidak melapor untuk bepergian.

    “Saya benar-benar kecolongan. Mereka sudah sakit baru kemudian lapor ke kami,” katanya.

    Walaupun demikian, warga terlihat tak khawatir dengan peristiwa ini. Mereka nampak bergotong-royong untuk membantu warga yang positif Covid-19.

    “Sebenarnya tergantung kita. Kita mah cuek saja. Karena yang penting jangan terlalu khawatir karena nanti imunnya malah turun,” ucap Candra, seorang warga. (Hmi)