TANGERANG – Memasuki bulan suci Ramadan 1441 Hijriyah, Warga Kebon Besar, Kecamatan Batuceper, kembali menggelar aksi sweeping terhadap truk pengangkut tanah yang melintas di Jalan Halim Perdana Kusuma, Kota Tangerang, Jumat (24/4/2020) dini hari.
Aksi sweeping ini dilakukan lantaran semakin maraknya ‘transformers’ ugal-ugalan saat melintasi jalan tersebut. Tak ingin ada korban, tokoh masyarakat dan pemuda di lingkungan setempat beramai-ramai sweeping transformers di sekitar Pasar Kebon Besar.
Parta, tokoh masyarakat sebagai penggerak aksi ini mengaku bahwa sweeping itu telah berlangsung sejak Senin (20/4/2020). Adapun aksi dipicu oleh insiden penyerempetan yang nyaris menimbulkan korban akibat ‘transformers’ beberapa waktu lalu.
“Sebelumnya ada ibu-ibu pedagang sayur yang keserempet sama truk tanah. Makanya di sweeping, karena kami gak mau ada korban nyawa. Apalagi di bulan puasa, jadi kita ingin warga nyaman jalanin ibadah,” kata Parta.
Selain itu, keberadaan truk tanah menurutnya banyak merugikan masyarakat. Pasalnya, jalan-jalan kampung mudah rusak jika dilintasi truk-truk tersebut. Dan bahkan, salah satu jenis kendaraan berat ini pun dinilai kerap mencemarkan polusi di jalur perlintasannya.
“Kalau truk lewat jadi kotor dan berdebu. Lingkungan tercemar, apalagi hujan, sangat berbahaya bagi pengendara,” ujarnya.
Diketahui, aksi sweeping truk tanah ini bukan sesuatu yang baru bagi warga di wilayah tersebut. Aksi serupa ini pernah dilakukan warga pada awal ramadan di tahun sebelumnya. Dalam setiap aksi pun tak sedikit pengemudi yang hendak menyuap dengan sejumlah uang. Namun upaya itu selalu ditolak, karena keberadaan truk tanah dianggap sangat membahayakan jiwa.
“Banyak yang nawarin uang supaya dikasih lewat, tapi semua kita tolak. Karena yang kita mau itu mereka balik, jangan pernah melintas di jalan ini lagi,” kata Parta menegaskan. (Hmi)


















