IMG-20191107-WA0126

    Bang Ben: Guru Harus Peka dan Dinamis

    FOTO: Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat sambutan

    TANGSEL (BT) – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memastikan bahwa teknologi yang berkembang tidak mempengaruhi kinerja sumber daya manusia yang bekerja di bawah kebijakan pemerintah daerah. Termasuk guru SD dan SMP yang masih menjadi kebijakan Pemkot Tangsel.

    Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengingatkan bahwa metode pendidikan yang diberikan oleh guru harus bersifat dinamis. Dimana seorang guru harus lebih peka terhadap perubahan zaman. Sebab, metode pelajaran yang diberikan dahulu berbeda dengan saat ini.

    “Kalau dulu, saya tidak ngerjain PR, saya dihukum kakinya diangkat satu. Kalau sekarang nggak bisa. Karena akan berurusan dengan hukum,” kata Benyamin dalam kegiatan sosialisasi Revolusi Mental untuk Guru SD dan SMP, di BSD, Kota Tangsel, Rabu (16/10/2019).

    Adanya kasus yang terjadi di sekolah, lanjut ia, merupakan akibat dari banyaknya komunikasi yang tidak sesuai antara guru dan murid. Sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah membangun komunikasi yang baik dengan murid sehingga tidak ada kesalahpahaman.

    “Peradaban semakin maju saat ini, dalam konteks itu, cara yang harus kita kembangkan dalam proses KBM harus menemukan dengan tradisi baru,” ucap Bang Ben sapaan akrabnya.

    Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Kota Tangsel Apendi menjelaskan, guru SD dan SMP di Kota Tangsel menerima beberapa materi dalam kegiatan kali ini untuk menguatkan mental terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan kerja.

    “Ada tiga topik yang dibahas kali ini, pertama integritas guru yang harus komitmen bekerja sesuai dengan tupoksinya. Kemudian juga etos dan selanjutnya gotong royong. Semua materi disampaikan oleh pemerintah pusat yang memiliki kemampuan dan regulasi untuk guru,” paparnya. (Bel)