Begini Kronologis Penyelundupan Sabu Lintas Pulau yang Digagalkan Polisi

    FOTO: Pelaku saat menunjukan aksinya di hadapan polisi

    TANGERANG – Kasat Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta, AKP Nasrandy mengungkapkan modus operandi pelaku penyelundupan narkoba jaringan antar pulau yang berhasil digagalkan pihaknya.

    Menurut Kasat, modus pelaku dengan memasukkan sabu ke dalam kap mobil. Kata dia, pelaku menggunakan dua mobil yang membawa narkoba dari Aceh dan Medan (Sumatera Utara) menuju Pulau Jawa untuk diedarkan.

    Mobil pertama bertugas untuk mengecek situasi di belakang, sedangkan mobil yang di depan bertugas untuk penunjuk jalan dan memberi tahu jika ada razia, sehingga mobil kedua yang membawa narkoba dapat mengubah arahnya.

    “Modus operandi yang dilakukan pelaku narkotika sabu jaringan Aceh, Medan dan Jakarta ini diselundupkan di dalam kap mobil,” kata Nasrandy, Selasa (16/3/2021).

    Nasrandy menjelaskan, para pelaku dijanjikan uang sebesar Rp50 juta jika barang haram tersebut tiba di Jakarta.

    “Kalau dari tersangka itu dijanjikan Rp50 juta, namun sudah diterima sekitar Rp20 juta, sisanya lagi setelah barang habis,” katanya.

    Dalam pengembangan, lanjut ia, salah satu pelaku yakni AR (45) mengeluhkan sesak nafas dan sakit di bagian dada. Namun dalam perawatan yang dilakukan di RS Polri Kramat Jati, pelaku meninggal dunia.

    “Dia (pelaku) meninggal saat pengembangan, ketika diamankan memang sudah menyampaikan ada keluhan sesak napas. Dan dari rekam medis yang kami terima memang beliau tersangka AR ini ada riwayat jantung,” tukasnya.

    Diberitakan sebelumnya, Polresta Bandara Soekarno-Hatta mengungkap peredaran narkoba lintas pulau dan menyita sabu seberat 6,6 kilogram yang dikemas dalam plastik teh.

    Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 114 (2), 112 (2), junto 132 (1), uu 35 narkotika ancaman 6 tahun. (Hmi)