Beri Kenyamanan Mudik, Aparatur Kecamatan Larangan Gelar Vaksinasi Malam Hari

    Pelaksanaan vaksin malam hari yang digelar aparatur Kecamatan Larangan

    TANGERANG – Jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, aparatur Kecamatan Larangan menggelar vaksinasi malam hari. Upaya tersebut dimaksudkan untuk menyiasati warga yang rata-rata bekerja pada siang hari.

    Penjelasan tersebut disampaikan Camat Larangan, Gunawan Priahutama, Rabu (27/4). Menurutnya, kebanyakan warga melakukan aktivitas pekerjaannya di siang hari. Sehingga pelaksanaan vaksinasi kurang mendapat antusias masyarakat.  

    “Pelaksanakan kegiatan vaksinasi dosis ketiga Booster, dilakukan dalam upaya memberikan kenyamanan kepada masyarakat saat pulang kampung. Sebab setelah warga mendapatkan vaksin ketiga, tidak perlu lagi melakukan test swab antigen maupun PCR kala bepergian menggunakan transportasi darat, laut dan udara,” terang Gunawan.

    Camat Larangan Gunawan Priahutama.

    Ketentuan tersebut seusia Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 16 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19. Surat edaran tersebut efektif berlaku mulai 2 April 2022.

    “Bekerja sama dengan jajaran Polsek Ciledug dan Puskesmas Larangan Utara, kami menggelar vaksin di Perumahan Puri Beta. Dalam satu hari, tidak kurang dari 200 warga menerima vaksinasi tersebut. Angka itu itu dirasa cukup tinggi bila dibanding pelaksanaan vaksin di siang hari,” kata Gunawan.

    Pada kegiatan vaksin malam hari, petugas menyediakan vaksin dosis pertama, kedua dan dosis ketiga Booster. Kegiatan dimulai sore sekitar pukul 17.00  WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB. “Jadi bagi warga yang akan melakukan mudik maupun tidak, diminta kesediaannya untuk mengikuti vaksin,” harap Gunawan.

    Sekcam Larangan Nasrullah.

    Sedangkan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Larangan, Nasrullah mengatakan, selain pelaksanaan vaksin malam hari, jajarannya juga mengingatkan warga untuk lebih memperketat pengawasan lingkungan menjelang dan pasca Idul Fitri.

    “Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh aparatur kelurahan, agar melakukan komunikasi dengan masyarakat melalui perwakilan RT/RW, agar berpartisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan,” tutur Nasrul.

    Ia juga meminta warga pada saat perayaan malam Idul Fitri, agar tidak turun ke jalan. Namun melaksanakannya di dalam masjid atau musala. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga keamanan dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

    “Karena menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab kjita bersama. Untuk itu kami mengajak warga, untuk menjaga kondusifitas lingkungannya masing-masing,” tikas Nasrul. (*)