BKPSDM Kota Tangerang: Kuota 355 Belum Mencukupi Jumlah PNS yang Dibutuhkan

    FOTO: Para peserta ujian SKD CPNS di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang

    TANGERANG (BT) – Kota Tangerang masih kekurangan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebab, dari total lowongan yang tersedia yakni 355, nyatanya belum dapat memenuhi kuota yang semestinya dibutuhkan sekitar 1000 pegawai.

    Di antara 355 lowongan tersebut terdiri atas 109 guru, 101 kesehatan dan 145 tenaga teknis. Hal itu diungkapkan Akhmad Lutfi, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang.

    Menurut Lutfi, kebutuhan PNS yang paling banyak terdapat pada tenaga pendidikan atau guru. Namun lowongan yang tersedia pada posisi tersebut hanya berjumlah 109 pegawai.

    “Kalau kebutuhannya kita bisa sekitar 1000. 355 itu kurang. Guru itu setiap bulan 15 sampai 20 pensiun, bisa dihitung setiap tahunnya, untuk guru kita membutuhkan berapa? Mereka pensiun di usia 60,” ujarnya, Rabu (26/2/2020).

    Dari sekitar 8000 PNS di Kota Tangerang, lanjut Lutfi, 50 persen di antaranya merupakan tenaga pengajar, mulai dari guru SD sampai dengan SMA.

    “Jumlah PNS sekitar 8000, dominan guru. Guru itu ada 50 persen,” katanya.

    Sementara diketahui, Pemerintah Kota Tangerang baru saja menyelesaikan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang selama 5 hari, terhitung sejak 20 Februari – 24 Februari.

    “Ini tinggal menunggu jumlah hasilnya saja. Hasilnya belum keluar itu ranahnya BKN (Badan Kepegawaian Nasional). Tapi biasanya untuk tahap selanjutnya jumlahnya itu 3 kali lipat dari jumlah lowongan yang tersedia,” terang Lutfi.

    Tahap selanjutnya yakni Tes Bidang. Tahap kedua penerimaan PNS Kota Tangerang ini sama seperti yang pertama. Namun yang membedakan hanya materinya saja. Untuk jadwal penyelenggaraan, BKPSDM Kota Tangerang masih menunggu informasi lanjutan dari BKN.

    “Sekitar Maret. Tapi tepatnya belum tahu,” ujarnya.

    Total sebanyak 10730 CPNS yang terdaftar. Namun ada sekitar 600 CPNS saja yang tak hadir. Jumlah tersebut menurut Lutfi ada peningkatan dari tahun sebelumnya yakni sekitar 40 persen.

    “Ada peningkatan sekitar 40 persen dari tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu ada 8000 CPNS yang terdaftar. Kalau kebutuhannya masih sama yakni Pendidikan, Kesehatan dan Tenaga Teknis seperti insinyur, akunting dan manajemen,” tukasnya. (Hmi)