
KABUPATEN TANGERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang melakukan penyemprotan disinfektan di rumah warga yang meninggal dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Rabu (1/4).
Penyemprotan disinfektan merupakan salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di keluarga korban PDP. Termasuk di beberapa titik keramaian seperti pasar, sarana ibadah, sekolah, perkantoran, perumahan dan pemukiman warga.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang, Kosrudin mengatakan, pihaknya telah melakukan penyemprotan di wilayah Pasar Kemis. Tepatnya di Kelurahan Kutabaru, di salah satu rumah warga yang sudah statusnya PDP Covid-19.
“Kami lakukan penyemprotan di rumah korban dan sekitar rumah korban. Tujuannya untuk memutus penyebaran Corona virus. Sehingga diharapkan wabah itu tidak menyebar ke tetangga sekitar atau orang yang kebetulan melintas dekat rumah tersebut,” ujar Kosrudin.
Ia menambahkan, bahwa salah satu keluarga di rumah tersebut telah meninggal beberapa waktu lalu karena suspect Corona virus.
“Warga itu bukan berstatus positif Corona. Pasien dalam pengawasan (PDP) itu beralamat di Kelurahan Kuta Baru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang,” jelas Kosrudin.
Selain penyemprotan di rumah tersebut, BPBD pun melakukan penyemprotan di Pasar Kampung Melayu, Kecamatan Teluknaga, dan di Pasar Cikupa, Kecamatan Cikupa.
“Ya, kami lakukan juga melaksanakan penyemprotan di Pasar Kampung Melayu Teluknaga. Dan selanjutnya kita akan agendakan menyemprot disinfektan di Pasar Desa Cikupa,” tutur Kosrudin.
Ia berharap, penyemprotan disinfektan dapat mengurangi rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Tangerang. “Semoga pandemik virus Corona ini bisa segera berlalu dan kondisi bisa segera pulih seperti sediakala,” harapnya.
Dementara itu Ketua Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Tangerang, Heri Heryanto menerangkan, korban yang meninggal tersebut statusnya adalah PDP. Bbukan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
“Penderita yang meninggal itu statusnya PDP, bukan pasien terkonfirmasi positif covid-19,” tegas Heri. Dikatakan, semua pasien yang meninggal di Kabupaten Tangerang yaitu sebanyak 6 orang, statusnya merupakan PDP, bukan positif Covid-19.
Heri menghimbau masyarakat sekitar tempat tinggal korban agar tidak panik. Sebab penularan virus Corona bukan melalui udara, melainkan kontak langsung.
“Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang sudah melakukan penyuluhan di sekitar lokasi, agar masyarakat sekitar tidak merasa panik. Dan kepada keluarga yang meninggal, sudah melakukan isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari ke depan,” tandas Heri. (kmf/tam)

















