TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Tangerang resmi membuka gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXIII tingkat Kota Tangerang, di Puspem Kota Tangerang, Minggu (20/10).
MTQ ke XXIII tingkat Kota Tangerang ini dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Walikota Tangerang Dr. Nurdin beserta jajaran Forkopimda. Yakni ditandai dengan Pawai Taaruf MTQ XXIII Kota Tangerang dari masing-masing kecamatan, dengan menghias mobil berupa ikon-ikon Islami di Kota Tangerang.
Sebanyak 745 peserta yang berasal dari 13 kecamatan, ikut berlaga dalam MTQ ini. Mereka mencoba membuat harum nama kecamatannya dengan menyajikan penampilan terbaiknya. 135 dewan hakim pun dilibatkan untuk menilai kepiawaian para peserta lomba.

“Alhamdulillah hari ini bisa dibuka dan dimulai MTQ ke XXIII tingkat Kota Tangerang. Kita melihat antusiasme semua pihak, semoga ini berjalan lancar dan menginspirasi warga untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman untuk kehidupan Kota Tangerang yang akhlakul karimah,” ungkap Nurdin, usai membuka.
Menurutnya, MTQ tingkat kota ini menjadi langkah untuk terus membumikan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Dan kedepannya, diharapkan dapat berpartisipasi dalam ajang-ajang MTQ di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. .
Mantan Pj Bupati Aceh Jaya ini, juga menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian Kota Tangerang di tingkat provinsi, di mana kota ini juga telah berhasil meraih juara dua dalam ajang MTQ Provinsi Banten tahun lalu.
“Mudah-mudahan semangat ini bisa terus kita pelihara. MTQ tingkat kota ini sekaligus menjadi ajang untuk mencari kader-kader terbaik yang bisa membawa Kota Tangerang lebih sukses dan lebih baik lagi, hingga meraih juara umum di tingkat Provinsi Banten, nasional bahkan internasional,” tutupnya.
Salah satunya mata lomba yaitu Fahmil Qur’an yang berlangsung di Ruang Al-Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, kafilah Kecamatan Ciledug berhasil meraih 1.000 poin dan babak final putri berhasil dimenangkan oleh kafilah Kecamatan Larangan dengan 1.225 poin.
Dewan Hakim Fahmil Qur’an, Achmad Sidik mengatakan, pada Fahmil Qur’an yang menjadi penilaian adalah pengetahuan tentang kandungan Al-Qur’an, terjemahan, tajwid, fiqih, hingga terjemahan bahasa Arab dan bahasa Inggris.
“Alhamdulillah, melihat para peserta sudah sangat baik. Tetapi, mungkin karena grogi saat babak final jadi sempat beberapa ragu-ragu untuk menjawab. Tapi, secara keseluruhan sudah baik. Tadi, juga ada beberapa soal terkait sejarah MTQ di Indonesia,” jelas Sidik.
Sedangkan Camat Larangan, Nasrullah mengatakan, kegiatan MTQ bisa dijadikan motivasi untuk anak-anak untuk terus belajar ilmu-ilmu yang terkandung dalam al Quran.
“Juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai alquran dan mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari,” ungkap Nasrullah.
Semoga MTQ mampu menginspirasi warga Kecamatan Larangan untuk terus menjadikan Al-Quran sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan di kota Akhlakul Karimah ini,” kata Nasrullah.
Peserta asal Kecamatan Larangan, Rizka Amelia Zahra mengaku, ini merupakan MTQ ke-empat yang ia ikuti. Dengan hasil juara ini ia tetap akan belajar lebih baik lagi dan tidak cepat puas dengan hasil yang didapat.
“Sebenarnya puas dengan hasilnya tapi tetap jangan cepat puas dan harus belajar lebih baik lagi. Mudah-mudahan, bisa mewakili Kota Tangerang di tingkat Provinsi Banten ke depannya dan meraih hasil lebih baik,” ujar Rizka. (***)


















