Di Tangerang, 1 Orang Diduga Terpapar Covid-19, Belasan Lainnya Dikarantina Selepas Futsal

    FOTO: Ilustrasi pengecekan suhu tubuh (dok.ist)

    TANGERANG – Warga Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang dihebohkan dengan selebaran kertas Memo berisi nama-nama warga yang dikabarkan menjalani karantina kesehatan selama 14 hari per tanggal 30 Maret 2020.

    Dalam selebaran Memo itu tercantum belasan nama yang berstatus pegawai di salah satu perusahaan wilayah Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang. Selebaran itu mengatasnamakan perusahaan di wilayah kecamatan setempat dengan keterangan sebagai berikut:

    “Bersama memo ini kami memberitahukan untuk memberi ijin selama 14 hari kedepan untuk karantina kesehatan atas perintah dari pimpinan, berikut nama yang di karantina beserta keterangannya,” tulis Memo, Senin (30/3/2020).

    Dalam memo yang beredar juga tercatat sebanyak 15 orang yang diijinkan untuk menjalani karantina kesehatan selama 14 hari kedepan.

    Dalam memo juga menjelaskan masa karantina peserta terhitung sejak 30 Maret sampai dengan 12 April 2020 mendatang. Memo juga menyertai jabatan para pegawai di salah satu perusahaan wilayah Batuceper Kota Tangerang yang hendak menjalani karantina kesehatan.

    Tokoh pemuda di wilayah setempat yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, pesan memo yang beredar di grup-grup WhatsApp itu membuat heboh warga di sekitarnya. Meskipun demikian, penyebaran memo itu diyakininya tidak sampai beredar luas.

    “Iya benar. Tapi belum tau pasti penyebabnya. Coba aja dalami lagi,” ujarnya.

    Berdasarkan informasi yang ia dapat, satu di antara 15 nama yang tercantum dalam memo itu diduga terpapar Covid-19.

    “Satu di antara mereka tes suhu 39 derajat celcius, dan 14 orang itu sebelumnya sempat main futsal bareng,” katanya.

    “Tapi kalo menurut teman saya yang istrinya kerja di situ, karena ada mesin baru yang datang dari Jepang,” imbuhnya.

    Sementara Ma’ruf, Ketua RW 06 Kelurahan Batusari Kecamatan Batuceper Kota Tangerang saat dikonfirmasi beritatangerang.id melalui seluler enggan mengomentari terkait hal itu. Namun ia membenarkan adanya info yang beredar soal memo tersebut.

    “Maaf saya belum bisa berkomentar tentang itu. Infonya saya tau, tapi baru besok (selasa,-red) saya ke pabriknya,” tukas Ma’ruf, Senin (30/3/2020) malam. (Hmi)