Di Tengah Corona, Layanan Online DKapster Diorder Polisi

    FOTO: Jasa cukur online sedang memberi pelayanan di tempat

    DEPOK – Dalam situasi pandemi saat ini, istilah ‘Stay At Home’ dan ‘Work From Home’ tidak berlaku bagi seorang Tentara, Dokter, dan Perawat Rumah Sakit, yang sejatinya melayani masyarakat. Demikian juga petugas Kepolisian yang berkewajiban mengayomi dan melayani masyarakat.

    Oleh karena itu, untuk menjaga penampilan rambutnya supaya tetap rapi, para petugas Kepolisian wilayah Depok, Jawa Barat, memanggil jasa cukur online melalui Mitra Aplikasi Cukur Online DKapster dan Grade Crown pada Jumat (10/4/2020).

    Seorang Hair Dresser berpengalaman Hendra Hairock mengatakan, ini merupakan suatu kebanggaan dan kepercayaan ‘Trust’ untuk tetap menjalani profesi ini di tengah situasi pandemi Covid-19.

    “Ini sebuah kebanggaan bagi kami, di mana para pengusaha barbershop dan pangkas rambut diimbau untuk menutup sementara usahanya. Dan sudah tentu situasi ini berdampak besar bagi pengusaha barbershop dan pangkas di semua daerah,” ungkap Hendra.

    Ia berharap pemerintah memberi solusi dan bantuan kepada para pelaku usaha barbershop dan pangkas rambut di Indonesia. Sebab menurutnya, pelaku usaha tersebut sudah tak mampu lagi survive atau berlama-lama diam di rumah.

    “Sementara kebutuhan hidup sehari-hari harus tetap terpenuhi. Dan tidak sedikit juga dari pelaku profesi ini ditopang dengan berbagi hasil harian atau komisi harian,” terangnya.

    Tentunya, lanjut Hendra, tak banyak kapster yang masih mampu survive di tengah kondisi seperti ini. Karena tidak semua kapster memiliki kesempatan serupa dengan yang berada di kota besar seperti Jakarta, Bogor, Tangerang dan sekitarnya, yang masih dapat mengandalkan layanan Cukur Online atau Cukur Panggilan di tempat.

    “Saat pandemi ini tidak bisa disamaratakan antara di kota dengan yang di daerah, kecuali beberapa orang saja,” terangnya.

    Meski begitu, Hendra berpesan kepada teman-teman kapster dan barber di manapun berada untuk tetap bergerak dengan cara apapun sesuai kemampuan.

    “Yang mampu bantu yang kurang mampu, galang dana bersama tanpa membedakan suku, ras dan agama maupun kelompok. Inilah saatnya kita bersatu, menyatukan energi yang kita miliki untuk saling menguatkan, memberi jalan, memberi solusi,” pungkasnya. (Hmi)