Fatwa MUI terkait Wabah PMK Jelang Idul Adha

    TANGERANG – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang belakangan ini menjangkit hewan ternak seperti Sapi, Kerbau, Kambing, Domba, Babi, Gajah dan Rusa, di beberapa wilayah Indonesia ini membuat pemerintah turun gunung untuk memberi penanganan dan pengendalian secara langsung.

    Tanpa berlama-lama, pemerintah pun menerjunkan tim untuk melakukan penanganan. Terlebih, masyarakat saat ini tengah menghadapi hari raya kurban atau Idul Adha 1443 hijriah bagi umat muslim, sehingga penanganan PMK akan semakin mendesak.

    Seluruh upaya pengendalian dan penanganan pun tengah dilakukan pihak terkait secara optimal. Namun demikian, masyarakat diminta untuk tetap bijak dan cermat dalam memilih hewan kurban. Hal itu supaya daging hewan tersebut dapat dikonsumsi dengan aman.

    Menyikapi fenomena tersebut, Komisi Fatwa MUI Kota Tangerang baru-baru ini menggelar rapat internal.

    Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Tangerang Nasirudin Kholid menyampaikan, hasil rekomendasi dalam rapat terkait kondisi merebaknya PMK, dan terkait dengan Fatwa MUI (Pusat) No. 32 Tahun 2022 adalah sebagai berikut;

    1. Kepada masyarakat calon pekurban, baik individu maupun kelompok/panitia kurban, wajib memperhatikan syarat-syarat sah hewan kurban sesuai syariat;
    2. Kepada masyarakat calon pekurban, baik individu maupun kelompok/panitia kurban, wajib memperhatikan prinsip halalan dan thayyiban hewan yang akan dijadikan kurban;
    3. Pemerintah Kota Tangerang, para ulama dan tokoh masyarakat diminta untuk ikut serta mensosialisasikan Fatwa MUI No. 32 Tahun 2022;
    4. Pemerintah Kota Tangerang (dinas terkait) wajib menjamin ketersediaan hewan kurban yang memenuhi standar syariah dan sehat, khususnya yang bebas dari PMK..
    5. Pemerintah Kota Tangerang (dinas terkait) hendaknya meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak yang masuk dan keluar ke/dari Kota Tangerang.
    6. Meminta Pemerintah Kota Tangerang untuk proaktif turun ke masyarakat guna melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, khususnya hewan yang diperjualbelikan untuk kurban.

    “Demikian rekomendasi komisi fatwa MUI Kota Tangerang,” kata Kholid, Jumat (17/6/2022).

    “Semoga menjadi rujukan bagi masyarakat, pemerintah, dan pihak-pihak yang ingin berkurban,” imbuhnya. (Hmi)