Kampung KB Isa Awabi Wakili Kota Tangerang di Tingkat Provinsi

    Pj Walikota Tangerang, Nurdin (tengah), didampingi Camat jatiuwung, Edih S.Sos (kiri), pada verifikasi lomba Kampung KB tingkat Provinsi Banten, di Kampung KB Isa Awabi, Jatiuwung, Senin (18/3).

    TANGERANG – Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Isa Awabi, yang berada di RW 006, Kelurahan Gandasari, Kecamatan Jatiuwung, dinobatkan mewakili Kota Tangerang di tingkat Provinsi Banten.

    Penjabat (Pj) Walikota Tangerang, Dr. Nurdin, memberikan dukungannya kepada Kampung KB tersebut, dalam Lomba Kampung Keluarga Berkualitas tingkat Provinsi Banten.

    KP KB didefinisikan sebagai satuan wilayah di mana terdapat integrasi dalam penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dalam seluruh dimensinya. Guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga dan masyarakat.

    Menurut Nurdin, Kampung KB Isa Awabi telah banyak memberikan inspirasi bagi Pemkot Tangerang dalam membuat program-program yang dirasa dapat membawa dampak positif bagi masyarakat.

    “Awal datang ke Kota Tangerang, saya melihat langsung warga di sini bisa memanfaatkan lahan tidur menjadi area produktif dan bisa merasakan panen sayur di perkotaan,” ungkap Nudin, dalam acara verifikasi Lomba Kampung KB Provinsi Banten, di Kampung KB Isa Awabi, Jatiuwung, Senin (18/3).

    Ia berpendapat, hal itu menjadi cikal bakal tercetusnya Program Tangerang Urban Farming yang menjadi role model dan diterapkan di wilayah-wilayah lain di Kota Tangerang.

    “Salah satu kekuatan Kampung Isa Awabi adalah keberlanjutan. Jadi bukan hanya pada saat ada lomba  saja, namun menjadi sesuatu yang dilakukan setiap hari,” tutur Nurdin.

    Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan keunggulan kampung yang menjadi juara pertama Lomba Kampung KB tingkat Kota Tangerang. Di mana Kampung Isa Awabi, telah mampu mereduksi produksi sampah dari sumber dengan pengolahan sampah berbasis masyarakat.

    “Dengan begitu, sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing juga bisa dikurangi mulai dari lingkungan,” tukas alumni Universitas Indonesia ini. (*/tam)