Ketua KONI Bantah Dinilai Tertutup oleh DPRD Terkait Anggaran

    FOTO: Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Amarno Y Wiyono (dok.hmi)

    TANGERANG (BT) – Komite Olahraga Nasional Indonesi (KONI) Kota Tangerang dinilai tak terbuka soal laporan pengelolaan dana hibah. Hal itu diungkapkan anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang Amarno Y Wiyono, kepada Beritatangerang.id, baru-baru ini.

    Menurut ia, KONI Kota Tangerang tidak pernah melibatkan atau meminta masukan dari DPRD terkait laporan pengelolaan dana hibah. Rapat bersama antara KONI dan dewan selama ini selalu diinisasi oleh DPRD.

    “Mereka tidak pernah ngundang kita (rapat bersama-red), tidak terbuka kepada kita, makanya sering kita panggil, laporannya bener-bener aja, tapi detailnya kita tidak diberi tahu,” kata Amarno, di gedung DPRD Kota Tangerang.

    Ia juga mengatakan, selama hearing (dengar pendapat) dengan KONI, pihaknya selalu mempertanyakan laporan pengelolaan dana hibah, sementara pihak KONI terkesan tertutup dan pasif dalam menjawab pertanyaan dewan.

    “Laporan ke kita gak pernah, cuma pada saat hearing saja kita tanya. Jawabannya ya bagus-bagus aja semua,” tukasnya.

    Ia menegaskan, KONI memiliki tanggung jawab untuk transparan dalam mengelola dana hibah, karena dana yang dikelola KONI mencapai Rp20 milyar, sehingga perlu adanya pengawasan terhadap uang tersebut.

    “Sekarang yang mengawasi siapa? 20 milyar loh (dana hibah yang dikelola KONI Kota Tangerang-red),” ujarnya.

    Selain itu, pihaknya juga meminta KONI untuk menghargai DPRD yang memiliki fungsi pengawasan terhadap pengelolaan APBD Kota Tangerang.

    “Harusnya mereka lebih terbuka, kan kita yang acc. mereka minta kita yang acc,” tutur Amarno.

    Ia mengaku bukan sedang sentimen terhadap KONI. Kritikan ini bertujuan agar KONI lebih bertanggung jawab mengelola dana hibah tersebut. Terlebih, dalam rangka mengembalikan kepercayaan publik terhadap KONI yang sudah diterpa kasus korupsi sebelumnya.

    “Saya berharap manajemen KONI saat ini lebih bagus, laporan pertanggungjawaban masa jabatannya juga bagus, tidak bermasalah seperti ketua-ketua sebelumnya,” tukas Amarno.

    Sementara Ketua KONI Kota Tangerang Hadi Rusman ketika dikonfirmasi membantah jika pihaknya tertutup dalam melaporkan pengelolaan dana hibah. Menurut ia, selama ini pengelolaan dana hibah tiap tahunnya diperiksa BPK dan Inspektroat. Bahkan pihaknya juga menyerahkan laporan tahunan ke Dinas kepemudaan dan olahraga dan Badan Keuangan Daerah.

    “Penggunaan hibah harus diperiksa supaya jangan ada penyalahgunaan lagi seperti kemarin. Sebab biaya itu harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya. (Hmi)