Kota Tangerang Dijatah 104 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi dan Pariwisata

    Dok.ist

    TANGERANG – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) gelontorkan dana sebesar Rp104 Miliar untuk pemulihan ekonomi dan pariwisata kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

    Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan menjelaskan, 70% dari dana tersebut akan dihibahkan untuk hotel dan restoran yang terdampak Covid-19. Sementara 30% dipergunakan untuk urusan kepariwisataan.

    “Dari Rp104 miliar itu 70% untuk insentif hotel dan restoran yang memenuhi syarat. 30% nya dikelola Pemda (Pemerintah Daerah) untuk menunjang pariwisata,” terang Boyke, Jumat (4/12/2020).

    Kata Boyke, bagi hotel dan restoran yang ingin mendapatkan dana hibah tersebut, harus mendaftar ke situs Sabakota.Tangerangkota.go.id, pendaftaran ini telah dibuka sejak 26 November dan berakhir pada 6 Desember.

    Dalam pendaftaran tersebut pengelola Hotel dan restoran juga harus mengunggah sejumlah persyaratan antara lain; surat permohonan dana hibah yang ditandatangani oleh pemilik, memiliki TDUP, Fotocopy NPWP, Rekening Bank, salinan pembayaran pajak tahun 2019, dan melampirkan surat pernyataan kalau tempat usahanya masih beroperasi dengan materai.

    “Tiga syarat mutlak yang harus dipenuhi hotel dan restoran yang sudah membayar pajak di tahun 2019, hotel dan restoran masih beroperasi sampai sekarang, hotel dan restoran harus memiliki ijin PDOP yang masih berlaku,” jelasnya.

    Setelah masa pendaftaran tenggang, Disbudpar dan inspektorat kemudian akan melakukan verifikasi. Setelah lolos verifikasi data hotel dan restoran, lalu diserahkan kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

    “Yang lolos persyaratan hasil review dari inspektorat ditetapkan, berarti mereka bukan calon penerima hibah lagi, sudah lolos prosedur. Nanti datanya diserahkan ke BPKAD dari rekening kas daerah langsung di transfer ke rekening si penerima dana hibah,” tutur Boyke.

    Boyke mengungkapkan kalau anggara hibah yang diberikan kepada Hotel dan Restoran jumlahnya berbeda-beda. Hal tersebut tergantung dengan besaran pajak yang mereka bayar pada 2019.

    “Semakin besar dia bayar pajak semakin besar dapet dana hibah jadi beda-beda tergantung dia bayar pajaknya di tahun 2019,” tutur Boyke.

    Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tangerang, Oman Jumansyah mengatakan, upaya tersebut sangat ditunggu oleh pengusaha. Sebab diketahui, semua hotel dan restoran terkena dampak dari pandemi Covid-19.

    “Alhamdulillah ini sangat membantu mereka. Karena dengan adanya kebijakan untuk penanganan Covid-19 seperti pembatasan operasional itu sangat berdampak sekali. Apalagi hotel yang ditutup,” pungkasnya. (Hmi)