Kurang Akhlak, Oknum Petugas Samsat Cikokol Suruh Pemohon Gesek Sendiri

    FOTO: Kantor Samsat Cikokol Kota Tangerang

    TANGERANG – Pelayanan di Kantor Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Cikokol Kota Tangerang dianggap jauh dari harapan. Hal itu ditandai dengan acuhnya petugas dalam memberikan pelayanan cek fisik kendaraan bermotor. Tak hanya acuh, sikap arogansi petugas juga membuat para pengunjung merasa tidak nyaman.

    Salah satu pemohon, Sangki Wahyudin mengaku kecewa atas pelayanan yang diberikan oleh petugas Samsat Cikokol. Kepada awak media Sangki mengaku sangat menyayangkan pelayanan dari salah satu oknum di kantor tersebut.

    “Petugas berinisial R nyuruh saya gesek sendiri bekas cat di kendaraan untuk memudahkan menggosok no rangka kendaraan. Saya sempat kemana-mana nyari cutter buat gesek bekas cat tersebut. Dengan menggunakan karet dan cutter, akhirnya saya gesek sendiri,” kata Sangki, Rabu (23/12/2020).

    Usai menggesek bekas cat di kendaraannya, Sangki pun tak juga mendapat pelayanan dengan baik dari para petugas. Bahkan, antrean kendaraan dilewati oleh 6 unit kendaraan yang berada di belakangnya. Kemudian, lanjut Sangki, ada warga yang meminta kepada petugas R untuk mengawali cek fisik kendaraan yang dari awal sudah mengantre.

    “Malah petugas R bilang, emang petugas saya doank dengan nada jutek. Akhirnya saya minta bantuan petugas lain buat bantu menggesek kendaraan saya,” tukasnya.

    Pelayanan di Samsat Cikokol Kota Tangerang ini menurutnya perlu diperbaiki. Sebab, kejadian yang menimpanya merupakan contoh kecil pelayanan di Samsat Cikokol. Tentunya hal ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah dan instansi terkait dalam memberi pelayanan publik terhadap masyarakat.

    Sementara saat dikonfirmasi, Kanit Samsat Cikokol AKP Miken Fendriyati mengaku baru mengetahui ikhwal adanya pelayanan tidak menyenangkan tersebut. Jika memang demikian, kata Kanit, tindakan yang dilakukan oleh salah satu petugas cek fisik R artinya tidak dibenarkan menurut Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan.

    “Ibaratnya pengunjung itu tamu, segala kebutuhannya harus dilayani oleh tuan rumah. Masa tamu buka pintu sendiri,” jelasnya.

    Atas kejadian itu, pihaknya pun meminta maaf kepada masyarakat yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari petugas yang berada di bawahnya. Ia telah meminta agar oknum petugas R tersebut melayangkan permohonan maaf secara tertulis untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

    “Atas nama instansi kami mohon maaf. Kita juga rutin juga sering mengevaluasi kinerja petugas selama satu minggu sekali,” tutupnya. (Hmi)