TANGERANG (BT) – Rangkaian acara menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Tangerang telah dimulai. Perhelatan diawali dengan kegiatan Tangerang Bersholawat. Acara yang digelar di Masjid Raya Al Azhom itu sukses mengundang partisipasi ribuan santri se-Tangerang Raya.
Perayaan HUT Kota Tangerang ini diharapkan menjadi sebuah renungan bagi pemerintah daerah maupun masyarakat. Menginjak usia yang ke-27, Kota Tangerang tentunya sudah semakin dewasa dalam mengatasi segala persoalan.
Berkaca ke belakang, Ketua Barikade Gusdur Kota Tangerang, Muhamad Nur Asyik mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang sepanjang 2019. Perkembangan infrastruktur di Kota Tangerang menurutnya tumbuh pesat, boleh dibilang sejajar dengan daerah-daerah maju lainnya di Indonesia.
“Saya sangat mengapresiasi kinerja Pemkot sepanjang 2019. Terutama di sektor infrastrukturnya, Kota Tangerang dapat disejajarkan dengan kota-kota maju lain di Indonesia,” kata Asyik, saat berbincang dengan beritatangerang.id, Kamis (16/1/2020).
Selain infrastruktur, sektor pendidikan juga dinilainya sangat membantu masyarakat meski belum mendekati kata sempurna. Terkait hal ini pun ia mengapresiasi Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah yang menerapkan program pendidikan gratis di kota bermotto Akhlaqul Karimah tersebut.
“Program sekolah gratis ini sangat membantu masyarakat, alhamdulillah. Apresiasi buat wali kota,” ujarnya.
Selanjutnya, Pemkot Tangerang sampai hari ini terus menggalakkan program Tangerang Mengaji. Menurut Asyik, program tersebut mencerminkan sisi religi sebuah kota guna membentuk karakter masyarakat yang sedemikian rupa, di tengah gencatan teknologi saat ini.
“Program Tangerang Mengaji ini sangat baik, sejauh ini juga berjalan baik. Namun kedepan perlu ditingkatkan, tentu jadi tantangan bagi kita semua di era digital saat ini,” ucapnya.
Selain itu, Pemkot Tangerang juga menggalakkan kampung tematik di beberapa titik wilayah sepanjang 2019. Program tersebut diakui Asyik mendorong kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. Sejumlah lokasi pun saat ini mulai tertata dengan adanya kampung tematik.
“Kampung Tematik hampir di setiap kelurahan ada. Ini bermanfaat untuk penghijauan dan memperindah lingkungan. Lahan-lahan yang tadinya mati kini tertata dengan rapi,” tuturnya.
Jika diulas secara keseluruhan, tentu banyak hal yang menjadi catatan. Angka pengangguran dikatakan Asyik masih menjadi persoalan. Menapaki usianya yang ke-27 tahun, ia berharap Kota Tangerang mampu memecahkan solusi terkait pengangguran.
“Saya harap pemerintah lebih memberdayakan masyarakatnya. Upayakan agar masyarakat lebih mudah mendapat pekerjaan,” tandas pria yang juga menjabat sebagai Bendahara Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Provinsi Banten. (Hmi)


















