Para Pekerja Wajib Tahu, Program JKK dan JKM Alami Kenaikan

    Penyerahan santunan disela kegiatan Sosialisasi Peraturan Pemerintah (SIAPP) 82, Senin (2/3), di Atria Hotel Gading Serpong.

    TANGERANG – Pada akhir 2019 lalu, pemerintah telah resmi meningkatkan manfaat Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

    Menindaklanjuti keputusan pemerintah tersebut, BPJAMSOSTEK gencar melakukan sosialisasi di 11 kota besar di Indonesia. 

    Setelah melaksanakan sosialisasi di DKI Jakarta, Medan, Bandung, Denpasar, dan Makassar, kali ini BPJAMSOSTEK memilih Kota Tangerang Selatan sebagai kota ke-6 tempat diselenggarakannya Sosialisasi Peraturan Pemerintah (SIAPP) 82.

    Kegiatan yang digelar di Atria Hotel Gading Serpong, Senin (2/3) tersebut, dibuka oleh Direktur Umum dan SDM BPJAMSOSTEK Naufal Mahfudz.

    Seperti diketahui, peningkatan manfaat JKK dan JKM berlaku tanpa adanya kenaikan iuran sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 Desember 2019 silam.

    “Kenaikan manfaat ini sebagai wujud hadirnya pemerintah sebagai regulator dalam menjamin kesejahteraan pekerja”, ungkap Naufal.

    Ia menambahkan, manfaat JKK selama ini telah hadir secara lengkap. Diantaranya perawatan dan pengobatan tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan medis.

    Selain itu, ada santunan pengganti upah selama tidak bekerja, santunan kematian karena kecelakaan kerja sebesar 48 kali upah, dan santunan cacat total hingga maksimal sebesar 56 kali upah.

    Juga masih dberikan bantuan beasiswa, hingga manfaat pendampingan dan pelatihan untuk persiapan kembali bekerja (return to work).

    “Manfaat JKK di atas, menjadi semakin baik lagi dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019. Antara lain berupa santunan pengganti upah selama tidak bekerja yang nilainya ditingkatkan menjadi sebesar 100 persen untuk 12 bulan dari sebelumnya hanya 6 bulan,” terang Naufal.

    Setelah 12 bulan, seterusnya peserta akan mendapatkan pengganti upah sebesar 50% hingga sembuh.

    Biaya transportasi bagi peserta yang mengalami JKK juga mengalami kenaikan. Biaya angkutan darat yang semula Rp1 juta menjadi maksimal Rp5 juta. Angkutan laut dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan angkutan udara menjadi Rp10 juta dari sebelumnya Rp2,5 juta.

    Peningkatan manfaat lainnya yang juga sangat signifikan adalah bantuan beasiswa. Jika sebelumnya bantuan beasiswa diberikan sebesar Rp12 juta untuk satu orang anak, kini menjadi maksimal sebesar Rp174 juta untuk maksimal dua orang anak sejak masuk taman kanak-kanak (TK) hingga anak pekerja lulus dari bangku kuliah.

    “Dengan begitu kenaikan manfaat beasiswa tersebut mencapai 1350 persen, bila dibandingkan dengan besaran sebelumnya. Diharapkan pendidikan anak perserta dapat lebih terjamin,” terang Naufal.

    Pada Program JKK, pemerintah juga menambah manfaat berupa perawatan di rumah atau home care sebesar maksimal Rp20 juta untuk maksimal 1 tahun dalam setiap kasus. Manfaat tersebut diberikan kepada peserta yang tidak memungkinkan melanjutkan pengobatan ke rumah sakit.

    BPJAMSOSTEK juga menanggung biaya pemeriksaan diagnostic. Dimaksudkan untuk pemeriksaan dalam rangka penyelesaian kasus Penyakit Akibat Kerja (PAK). “Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan agar pengobatan dapat dilakukan hingga tuntas,” imbuh Naufal.

    Selain Program JKK, Program JKM juga mendapatkan peningkatan manfaat yang cukup signifikan. Selama ini manfaat program JKM yang diterima ahli waris terdiri dari santunan kematian yang diberikan secara sekaligus dan berkala selama 24 bulan.

    Termasuk bantuan biaya pemakaman dan beasiswa untuk satu orang anak dengan total manfaat sebesar Rp24 juta. Namun, dengan disahkannya peraturan ini, total manfaat santunan JKM meningkat sebesar 75 persen menjadi Rp42 juta.

    “Hal itu tidak terlepas dari kepedulian pemerintah untuk membantu meringankan beban pekerja atau keluarganya yang ditinggalkan,” tutur Naufal.

    Adapun rincian santunan kematian Program JKM naik dari Rp16,2 juta menjadi Rp20 juta. Santunan berkala meninggal dunia dari Rp6 juta untuk 24 bulan menjadi Rp12 juta. Kemudian biaya pemakaman naik dari Rp3 juta menjadi Rp10 juta.

    Selain manfaat diatas, Program JKM juga memberikan bantuan beasiswa dengan perubahan poin-poin yang sama dengan manfaat Program JKK, yaitu maksimal mencapai Rp174 juta untuk dua orang anak. (rls/tam)