Pembangunan Gedung SMPN 34 Kota Tangerang Jadi Proyek Strategis Daerah

    gedung SMPN 34 Kota Tangerang, menjadi proyek sr=trategis daerah Kota Tangerang di tahun 2025.

    TANGERANG – Setelah terjadi keterlambatan atas pembangunan gedung SMPN 34 Kota Tangerang, akhirnya Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang, memasukan kontaktor ke dalam daftar hitam (blacklist) dan menetapkan pengerjaan bangunan pendidikan tersebut menjadi proyek strategis Daerah (PSD) di tahun 2025.

    Gedung sekolah yang mulanya dijadwal bakal rampung diselesaikan hingga akhir 2024, namun pada pelaksanaannya hingga memasuki awal 2025 proyek tersebut tidak kunjung usai. Sehingga memaksa Disperkimtan Kota Tangerang mengambil langkah tegas.

    Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang, Decky Priambodo menjelaskan, atas pembangunan yang tidak rampung sesuai target yang ditetapkan, status proyek SMPN 34 Kota Tangerang di tahun 2024, menjadi putus kontrak. Konsekuensinya kontraktor pun telah dimasukkan dalam blacklist atau daftar hitam. 

    Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang, Decky Priambodo.

    “Proyek pembangunan SMPN 34 yang berada di wilayah Kecamatan Pinang ini, memang pelaksanaannya tidak dapat dirampungkan dalam satu tahun, karena keterbatasan anggaran yang memungkin dibangun menjadi dua tahap. Yaitu di tahun anggaran 2023 dan 2024,” ungkap Decky.

    Pada pelaksanaan termin pertama yaitu di tahun 2023 tambah Decky, pembangunannya telah telah memenuhi target. Namun karena terkendala masalah teknis, gedung sekolah yang semestinya rampung digarap hingga akhir 2024 tersebut tidak dapat diselesaikan. Sehingga terjadi putus kontrak

    “Pembangunan di tahun 2024 telah diaudit oleh inspektorat. Kemudian anggaran atas proyek tersebut telah di kembalikan ke bank BJB. Termasuk surat jaminan atas pelaksana kontraktor pun telah dicabut. Itu Konsekuensi atas keterlambatan yang dilakukan oleh kontraktor,” jelas Decky.   

    Jadi menurut Decky, kontraktor tidak dapat menyelesaikan proyek sesuai perjanjian. Yaitu hingga batas akhir 2024, progresnya baru dapat dilaksanakan sekitar 46 persen

    “Kami telah mengambil langkah dengan mengirimkan kegiatan pembangunan gedung SMPN 34 ke pihak Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk segera dilakukan proses lelang. Kemudian  mengusulkan menjadi salah satu proyek strategis daerah di tahun 2025,” tegas Decky.

    Ia berharap, proses lelang dapat dilakukan secepatnya. Sehingga pada awal April 2025, sudah mulai pengerjaan konstruksinya. Diprediksi pembangunan  bisa memakan waktu sekitar empat bulan.

    “Kami akan mengupayakan dalam kurun waktu empat bulan, pengerjaan lanjutan pembangunan gedung SMPN 34 dapat dirampungkan. Sehingga pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), bangunan sekolah sudah dapat dimanfaatkan,” harap Decky. (***)