Penyerahan Berkas Kasus John Kei CS Dijaga Ketat

    FOTO: Suasana penyerahan berkas kasus John Kei dan kawanannya di Kejaksaan Negeri Tangerang

    TANGERANG – Berkas perkara kasus penyerangan kelompok John Kei diserahkan oleh Penyidik dari Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Negeri Tangerang.

    Kasie Pidum Kejaksaan Negeri Tangerang, Aka Kurniawan membenarkan perihal tersebut. Kata Aka, berkas kasus saat ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tangerang, setelah sebelumnya dilakukan penyidikan oleh Polda Metro Jaya.

    “Iya benar, 22 Tersangka merupakan anak buah John Kei yang melakukan penyerangan ke rumah Nus Kei di Green Lake Cipondoh ini telah disidik oleh Polda Metro Jaya yang kemudian dilimpahkan ke pihak kami,” ungkap Aka saat ditemui di Kantor Kejaksaan Negeri Tangerang, Rabu (19/8/2020).

    “Baik tersangka dan barang buktinya kami teruskan ke pihak Pengadilan Negeri untuk dipersidangkan sesegera mungkin,” imbuhnya.

    Ia menambahkan, berkas yang diserahkan tersebut dibagi dalam 2 bendel berkas dimana berkas pertama berkas atas nama Tutce Key dengan 13 tersangka dan berkas lainnya atas nama Kosmas Kainkaimu dengan jumlah 9 tersangka.

    Adapun sejumlah tersangka berdasarkan berkas yang diserahkan di antaranya; TK, VHL alias I, AT, HHRT, PM alias O, AR alias G, SSR alias S, TR, BR alias I, WL alias E, DHS alias K, MAN alias A, FGU, KK, BU, YNO als Ulis, RH, GLS, SR alias S, RAGN alias AL, NM alias DOL dan C.

    “Berkas yang kita terima sudah lengkap dan siap dilimpahkan ke Pengadilan Negeri,” kata Aka.

    Sementara Kuasa Hukum John Kei, Anton Sudanto mengaku siap bantu dan mengawal kasus John Kei bersama kawanannya. Menurut Anton, perkara kasus tersebut sebenarnya hanya masalah utang piutang.

    “Jadi kasusnya ini hanya urusan utang piutang antara saudara John Kei dan saudara Nus Kei, dan John Kei hanya menagih uangnya kepada bung Nus,” terang Anton.

    “Dan anak-anaknya (para tersangka) yang datang hanya diperintahkan membawa hidup-hidup bung Nus untuk menagih uangnya dan tidak diminta untuk membunuh,” imbuhnya.

    John Kei, lanjut Anton, menginginkan masalah ini cepat terselesaikan dan berakhir dengan perdamaian. Sebab katanya, masalah tersebut hanya persoalan utang piutang sesama saudara.

    “Bang John Kei sendiri mengaku menyesal, dan tidak menyangka bahwa kasusnya bisa jadi se-kompleks ini,” kata Anton.

    Dan Bang John Kei sendiri meminta apabila nanti kasusnya dipersidangkan, tidak perlu datang beramai-ramai ke pengadilan untuk menonton persidangan,” lanjutnya.

    Sebab, hal pertama karena pandemi Covid-19, dan kedua persidangan ini hanya masalah keluarga yang seharusnya bisa diselesaikan dengan baik-baik.

    “Kalau memang ada yang meninggal dari kasus ini, Bang John Kei dan rekan-rekan meminta maaf dan sangat merasakan duka yang mendalam. Terakhir John Kei sudah tidak ada lagi selama-lamanya yang ada adalah John Refra,” pungkasnya.