PGRI Kota Tangerang Prioritaskan Kesejahteraan dan Kesehatan Guru

    FOTO: Ketua PGRI Kota Tangerang Jamaludin saat diwawancara (dok.ist)

    TANGERANG (BT) – Soal kesejahteraan dan kesehatan guru menjadi sorotan dalam konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tangerang ke-5, yang berlangsung di ruang Al Amanah Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (29/1/2020).

    Konferensi PGRI kali ini mengusung tema ‘Mewujudkan PGRI sebagai organisasi profesi dan perannya dalam meningkatkan mutu pendidikan abad ke-21’.

    Ketua PGRI Kota Tangerang Jamaludin mengatakan, dalam konferensi kali ini ada tiga agenda yang dilakukan pihaknya. Adapun tiga agenda itu di antaranya laporan pertanggungjawaban pengurus lima tahun lalu (termasuk laporan keuangan), penyampaian program lima tahun kedepan, dan pemilihan kepengurusan yang baru.

    “Kali ini ada 140 peserta yang mengikuti konferensi, dan hampir 30 orang yang mengikuti pemilihan pengurus baru yang diambil dari 13 cabang,” ungkap Jamal.

    Menurut Jamal, pemilihan pengurus baru akan mengikuti tata tertib yang berlaku dalam konferensi apakah dilakukan musyawarah untuk mufakat atau votting. Kata Jamal, jika guru di Kota Tangerang menginginkan kesejahteraan, maka Pemerintah Kota Tangerang akan mensupport hal tersebut.

    “Pak wali kota berusaha semaksimal mungkin untuk kesejahteraan guru,” katanya.

    Tidak hanya kesejahteraan guru yang menjadi fokus utama, namun juga kesehatan para guru kini menjadi prioritas PGRI. “Sekarang Kesehatan dirasa sangat penting, sehingga kami berusaha untuk menyediakan klinik yang nantinya akan bekerjasama dengan RS Sari Asih,” tukasnya.

    Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah yang hadir untuk membuka konferensi PGRI Kota Tangerang mengakui bahwa keberadaan guru menjadi bagian terpenting dalam meningkatkan mutu dan program pendidikan di Kota Tangerang.

    “Kita harus mampu menghadapi revolusi industri 4.0, bahkan harus lebih cepat dari itu untuk menciptakan perubahan dalam dunia pendidikan,” kata Arief.

    Ia juga mengungkapkan, dulu pendidikan hanya sebatas guru dan murid, tapi untuk saat ini, orangtua juga harus terlibat dalam proses kegiatan belajar mengajar, dan salah satunya dengan diluncurkan e-report.

    “Saat ini orangtua harus benar-benar terlibat dalam proses kegiatan belajar mengajar, sehingga para generasi muda ini memiliki karakter yang baik untuk masa depan,” tegas Arief. (Hmi)