
KOTA TANGSEL – Wakil WalIkota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, turun langsung melakukan pengecekan pembersihan sampah di lokasi aliran Kali Angke yang melintasi beberapa RT dan RW di Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Serpong, Rabu (14/05).
Pilar mengambil tindakan tegas untuk segera melakukan normalisasi Kali Angke dengan melakukan pembersihan. Upaya ini dilakukan guna membenahi persoalan serius tumpukan sampah serta kayu bambu yang menyumbat aliran sungai yang mengakibatkan banjir di lingkungan warga sekitar.
Didampingi Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Tangsel, camat, pengurus RW, serta tokoh masyarakat setempat, Pilar menegaskan pentingnya penanganan cepat terhadap kondisi sungai yang memprihatinkan.
“Nah, ini penyumbatannya cukup parah. Dikhawatirkan nanti terjadi penumpukan yang lebih parah lagi dan juga khawatir menyumbat saluran air pada saat hujan. Jadi kami melalui Dinas Bina Marga dan SDA langsung melakukan perapihan,” kata Pilar.
Menurutnya, pembersihan Kali Angke tersebut dilakukan di Kelurahan Mekarjaya, Serpong. Tepatnya di Jalan Mentawai 5 dan 6 (RT 05), Jalan Mentawai 4 (RT 03), Jalan Bintan (RT 02), dan Jalan Bintan 4 (RT 01).
Proses normalisasi akan berlangsung selama 3 hingga 5 hari, tergantung pada cuaca dan kondisi lapangan. Sekitar 34 petugas diterjunkan untuk membersihkan sampah sepanjang 30 meter di sungai yang memiliki lebar sekitar 17 meter.
Menanggapi potensi bahaya penggunaan alat berat di lokasi yang curam dan aliran yang deras dalam pembersihan tumpukan sampah itu, Pilar menyebut, pihaknya sedang mengkaji berbagai opsi aman, termasuk pengerjaan manual yang tetap mengedepankan keselamatan petugas.
Bukan hanya sekadar pembersihan, Pemkot Tangsel juga akan membangun turap dan memasang bronjong di titik rawan longsor untuk memperkuat struktur tepi sungai. “Di titik spot rawan, seperti yang di sini kita lihat tadi itu spot rawan, karena khawatir semakin ambles lagi kita akan melakukan pemasangan bronjong,” ujar Pilar.
Menurutnya, pemasangan turap maupun bronjong ini akan dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), karena sungai ini termasuk wilayah kerja BBWS. Kedepan, Pemkot Tangsel juga melanjutkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir seperti tandon, polder air, dan pompa di sejumlah titik rawan.
Pilar mengajak masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan ke sungai untuk menjaga kebersihan dalam jangka panjang. Menurutnya, kebersihan lingkungan termasuk area sungai merupakan tanggung jawab dan kewajiban bersama, tidak hanya instansi dan pemerintah daerah, tetapi masyarakat juga.
“Kami mengimbau kepada masyarakat Tangerang Selatan, agar tidak membuang sampah sembarangan. Sebab akan mengakibatkan masalah banjir dan lain sebagainya,” ungkap Pilar.
Dari hasil pengamatan di lokasi, terjadi banyak tumpukan sampah kain, plastik, beberapa bekas perabotan rumah tangga, dan lain sebagainya. (rls/dir)





















