PPDB SD dan SMP di Kota Tangerang Dibuka 1 Juni

    (Istimewa)

    TANGERANG – Penerima Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD dan SMP tahun ajaran 2021-2022 di Kota Tangerang, bakal dibuka pada 1 Juni 2021 mendatang.

    Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengaku telah membahas petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) PPBD 2021.

    “Kemarin sudah kita bahas juklak dan juknis, sistemnya secara database, servernya. Dan kita sudah bagi ketiga zona yaitu zona 1, 2 dan 3,” kata Arief.

    Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaludin mengatakan, saat ini peraturan wali kota (perwal) terkait PPDB tengah direvisi. Diharapkan, perwal itu dapat disahkan pekan depan.

    “Untuk SD 14 Juni, SMP di Juli awal. Kita sudah ajukan perwal ke pak wali dan ada revisi sedikit mudah-mudahan minggu depan bisa saya sampaikan,” ujar Jamal.

    Rencananya, pelaksanaan PPDB di Kota Tangerang sama seperti tahun sebelumnya, yakni dibuka dengan empat jalur. Jalur zonasi, afirmasi, prestasi, dan perpindahan. Untuk zonasi, penerimaan  siswa akan diukur berdasarkan jarak rumah dan sekolah serta usia siswa.

    “Jadi kalau rumahnya dekat dan usianya makin tua pasti keterima,” tukasnya.

    Untuk jalur afirmasi dibagi dua, yakni jalur afirmasi khusus anak tidak mampu dan jalur afirmasi khusus anak berkebutuhan khusus (ABK). Apalagi, sambung Jamal, saat ini Kota Tangerang telah memiliki sekolah inklusi yang dikhususkan untuk siswa berkebutuhan khusus.

    “Untuk afirmasi, kami bagi untuk yang tidak mampu kuotanya 12,5 persen, dan 2,5 persen itu untuk ABK. Semuanya akan terakomodir untuk siswa kurang mampu dan siswa berkebutuhan khusus,” ucapnya.

    Sedangkan untuk jalur prestasi terdapat 20 persen. Kata Jamal, 15 persen di antaranya dapat dimanfaatkan bagi wilayah dengan syarat, memiliki nilai yang bagus sejak kelas 4 SD hingga kelas 6 semester I.

    “Artinya orang Ciledug boleh ke Kecamatan Tangerang. Itu pakai nilai, nilainya kelas 4 semester 1 dan 2, kelas 5 semester 1 dan 2 dan kelas 6 nya cuma dipakai 1 semester,” tegasnya. (Hmi)